BMKG : Gempa Di Kudus Karena Ada Sesar Aktif

Peristiwa  RABU, 22 MEI 2019 , 14:06:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

BMKG : Gempa Di Kudus Karena Ada Sesar Aktif
RMOLJateng. Gempa yang mengguncang Kudus (Muria) pada Rabu (22/5/2019) pagi tadi karena dipicu  aktivitas Sesar Muria.

Hal tersebut disampaikan Dr. Daryono. S.Si., M.Si, kepala bidang informasi Gempabumi dan peringatan dini tsunami BMKG.

Menurutnya, sesar Muria ini memiliki magnitudo maksimum (Mmax) 6,2 dengan laju geser sesar sekitar 1 mm per tahun.

"Zona ini secara tektonik cukup kompleks karena ada beberapa sesar aktif, seperti: Sesar Lasem, Sesar Muria, Pati Thrust, serta sesar mikro yang tersebar di daratan dan di lepas pantai Laut Jawa. Semua sesar ini pernah aktif dan ada catatan aktivitasnya hasil monitoring BMKG," terang Daryono.

Dikatakan Daryono, Sesar Lasem sebagai sesar dengan kelurusan paling panjang, menempati suatu depresi dengan sumbu yang berarah barat daya-timur laut.

"Ciri morfologi lain yang mengindikasikan keberadaan sesar ini adalah sebuah pola kelurusan dari selatan Semarang ke arah timurlaut melewati Lasem dan menerus ke Laut Jawa," tambahnya.

Sementara itu, Sesar Muria terletak membujur melintasi Gunung Muria ke arah utara hingga mencapai pesisir pantai utara.

Selain Sesar Lasem dan Sesar Muria, masih ada lagi sekitar sesar aktif lain yaitu Sesar Kendeng Segmen Semarang dan Segmen Purwodadi, ditambah masih ada 7 (tujuh) sesar mikro lainnya yang tersebar di lepas pantai Laut Jawa di sekitar zona Semenanjung Muria.

Berdasarkan catatan sejarah gempa, zona sumber gempa tersebut di atas bertanggungjawab terhadap beberapa peristiwa gempa kuat dan merusak masa lalu, diantaranya gempa Lasem 1847, gempa Ambarawa 1865, dan gempa Pati M6,8 pada 1890 dengan radius kerusakan sekitar 500 km.

Selain itu Sesar Lasem juga pernah memicu terjadinya gempa di Kudus pada tahun 1877, serta gempa Semarang pada tahun 1856,1958, 1959 dan 1966.

Adapun gempa Muria yang terjadi saat ini, jika ditinjau letak episenternya tampak tepat terletak di jalur Sesar Muria.

Karakteristik kedalaman hiposenter sangat dangkal hanya 10 kilometer menunjukkan bahwa aktivitas gempa ini dibangkitkan oleh sesar aktif.

Sesar aktif yang memiliki sejarah gempa merusak, seperti halnya seismogenik lainnya yang tersebar di Jawa Tengah tampaknya perlu dicermati, mengingat periode ulang gempa yang sangat mungkin terjadi.

Khususnya di Muria, dimana peristiwa gempa ini seolah mengingatkan kita semua, bahwa zona seismogenik Muria dan sekitarnya memang masih aktif. [jie]

Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00