BPOM Banyumas Periksa Kerupuk Canthir Berpewarna Tekstil

Kesehatan  SELASA, 21 MEI 2019 , 21:21:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

BPOM Banyumas Periksa Kerupuk Canthir Berpewarna Tekstil
RMOLJateng. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga melakukan pemeriksaan kerupuk canthir yang mengandung pewarna tekstil di Desa Karangkemiri, Kecamatan Kemangkon.

Pemeriksaan ini dilakukan karena adanya aduan dari masyarakat terkait dengan kerupuk canthir yang diduga menggunakan Rhodamin B di Desa Karangkemiri.

Dari hasilnya memang mengandung Rhodamin B walaupun tidak murni Rhodamin B, ada campuran pewarna makanannya jadi produsen mencampur pewarna tekstil dengan pewarna makanan di dalam kerupuk itu,” kata Pengawas Farmasi dan Makanan pada BPOM Banyumas, Gaung Ranggatama (Rangga) saat Pemeriksaan Kerupuk Canthir di Desa Karangkemiri, Selasa (21/5).

Kerupuk Canthir yang berada di Desa Karangkemiri ini rupanya merupakan produksi dari Lampung dan pemilik kerupuk canthir tersebut hanya sebagai pengepul di Purbalingga yakni Sri Purwatiningsih (46).

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPOM Banyumas maupun Dinkes Purbalingga, Rangga menyarankan kepada pengepul agar mengembalikan kerupuk canthir tersebut ke produsennya.

Kami sarankan untuk dikembalikan tapi tidak diproses secara hukum karena ini untuk pertama kali, jadi pedagang ini kami minta untuk mengembalikan ke produsen yang ada di Sumatra,” jelas Rangga.

Langkah yang akan dilakukan BPOM Banyumas setelah mendapati temuan ini tentu akan terus mengawasi pengepul kerupuk canthir tersebut.

Jika masih ditemukan hal serupa, tentu sanksi yang akan diberikan kepada pengepul akan lebih tegas.

Tentu sanksinya lebih tegas, diberikan peringatan kedua atau bahkan pemusnahan ditempat dan jika masih berulang lagi bisa diproses secara pidana,” tegasnya.

Sri Purwatiningsih (46) pengepul kerupuk canthir yang mengandung campuran pewarna tekstil mengatakan mulai mengepul dan menjual kerupuk canthir dari Lampung ini sejak tiga bulan yang lalu. Kemudian kerupuk canthirnya tersebut  akan dijual di Pasar Bobotsari.

Dari Lampung bawa kesini itu pakai truk, satu truk itu kurang lebih ada tiga ton kerupuk untuk sekali angkut, kemudian kami satukan dan simpan, selanjutnya dijual ke Pasar Bobotsari. Untuk satu bal kerupuk dijual 65 ribu/kg atau 12 ribu/kgnya,” terang Sri Purwatiningsih.  [jie]

 





Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00