Antisipasi Aksi People Power Polres Semarang Gelar Razia Senjata Tajam

Nusantara  SENIN, 20 MEI 2019 , 23:26:00 WIB | LAPORAN: DHANI SETIAWAN

Antisipasi Aksi <i>People Power</i> Polres Semarang Gelar Razia Senjata Tajam
RMOLJateng. Polres Semarang melakukan razia pada seluruh kendaraan yang masuk dan keluar Kabupaten Semarang, Senin (20/5) malam.

Polisi merazia seluruh angkutan umum berupa angkutan bus antar kota antar provinsi.

Razia ini berupa kelengkapan surat kendaraan dan isi kendaraan. Tidak jarang penumpang bus ditanya tujuan kepergiannya, polisi juga menghimbau untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengendara dan penumpang selama diperjalanan.

Razia serentak ini berada di 8 titik perbatasan yang bertujuan mengantisipasi massa aksi 22 Mei menuju Jakarta untuk berunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum RI, Selasa, 22 Mei 2019.

Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat menyatakan razia ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegiatan-kegiatan inkonstitusional yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat jelang pengesahan hasil pemilu oleh KPU.

"Kami merazia kendaraan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban seperti senjata tajam, ketapel dan sejenisnya," ujar Kapolres.

Pantauan polisi hingga saat ini belum ada kelompok-kelompok dari Kabupaten Semarang yang akan datang ke acara people power di Jakarta yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Kami himbau warga Kabupaten Semarang menyerahkan seluruh proses pemilu sesuai jalur konstitusi," tegas Kapolres.

Menurut Kapolres, pada Selasa (21/5) pagi seluruh jajaran aparat keamanan, Polisi dan TNI melakukan apel kesiapan keamanan untuk mencegah kerawanan gangguan keamanan di Mapolres Semarang.

"Kami juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut membantu menjaga situasi kondusifitas wilayah Kabupaten Semarang," ungkapnya.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor memastikan warga Nahdlatul Ulama tidak ada yang ikut dalam gerakan People Power di Jakarta.

"Kami pastikan warga NU Kabupaten Semarang tidak ada yang hadir, karena sesepuh dan kiai sudah mencegah warga NU gabung gerakan inkonstitusional ini. Apapun hasil pemilu kami serahkan penyelenggara pemilu, jika ada permasalahan kami serahkan pada jalur konstitusi," ungkap Ketua (Pj) Pempinan Cabang GP Ansor Kabupaten Semarang, Fahmi Dzulfiadi. [jie]

 





Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00