Dua Pelaku Spesialis Penggelapan Mobil Dibekuk Polsek Genuk

Hukrim  KAMIS, 16 MEI 2019 , 20:12:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Dua Pelaku Spesialis Penggelapan Mobil Dibekuk Polsek Genuk
RMOLJateng. Petugas unit Reskrim Polsek Genuk Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil dengan korban sekitar 20 orang.

Tersangka yang ditangkap berjumlah dua orang, yakni Slamet Bagus Setiawan (21), warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, dan Stefanus Purnomo (32), warga Gayamsari.

Modusnya adalah menyewa mobil  untuk selanjutnya menggadaikan mobil tersebut di tempat lain.

"Ada dua tersangka yang diamankan terkait kasus penipuan dan penggelapan mobil. Kami amankan tiga hari lalu atau Senin (13/5). Barang bukti yang disita sampai saat ini baru delapan unit mobil tetapi tersangka ini sudah beraksi puluhan kali. Kurang lebih 20 korban yang melapor dan mengadu ke kami," kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat memberikan keterangan di Mapolsek Genuk, Kamis (16/5) petang.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut mantan Kanit Tipikor Polrestabes Semarang, kedua tersangka yang merupakan sindikat ini mempunyai peran masing-masing.

Satu tersangka bernama Bagus bertugas menyewa mobil. Setelah itu diserahkan kepada Stefanus untuk kemudian dijual atau digadaikan ke orang lain.

Modusnya seperti itu di hampir semua tempat penyewaan mobil atau korban. Hasilnya kemudian dibagi dua," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan Mustaqim, warga Bangetayu Wetan, yang merasa ditipu oleh tersangka Stefanus.

Sebelumnya Stefanus menjaminkan satu unit mobil Innova Rebon saat meminjam uang kepada Mustaqim pada tanggal 24 April 2019.

Empat hari setelah itu mobil Innova Rebon diambil oleh seseorang yang mengaku sebagai pemiliknya.

Mustaqim kemudian memberi tahu Stefanus dan selanjutnya diganti dengan dua unit mobil lainnya.

Tidak lama setelah itu tersangka Stefanus kembali menukar mobil yang dijaminkan dengan mobil lainnya. Hingga puncaknya pada tanggal 11 Mei 2019 datang seseorang menemui Mustaqim dan mengakui mobil yang dijaminkan itu mobil miliknya yang dipinjam oleh rekan Stefanus (Bagus).

"Dari laporan itu langsung kami tindaklanjuti dan berhasil mengamankan tersangka di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Untuk delapan barang bukti ini ada yang digadaikan di daerah Genuk, ada juga yang di daerah Ungaran," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Bagus mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Januari 2019. Selama aksinya ia melakukan tambal sulam yakni pinjam, gadai, dan tebus. Rata-rata mobil digadaikan senilai Rp20 juta sampai Rp25 juta, tetapi ada juga yang mencapai Rp30 juta dan Rp50 juta.

"Uangnya dibagi dua. Lainnya dibuat operasional atau menyewa mobil untuk digadaikan dan mengambil mobil yang digadai. Sisanya dibuat foya-foya di kawasan Bandungan. Sudah sejak bulan Januari," ujarnya.

Terkait kasus tersebut, kedua tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

"Ada kemungkinan masih ada barang bukti lain, sudah ada beberapa yang terdeteksi. Kami juga mengimbau kepada para pengusaha rental agar lebih waspada terkait penipuan dan penggelapan mobil, khususnya mendekati lebaran," pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00