Kasus Raibnya Dana Kasda Rp 22 M

Sukawi Putuskan Simpan Deposito Ke BTPN Karena Lebih Menguntungkan

Hukrim  RABU, 15 MEI 2019 , 19:46:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Sukawi Putuskan Simpan Deposito Ke BTPN Karena Lebih Menguntungkan
RMOLJateng. Mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, mengatakan kebijakan penempatan dana Kasda Kota Semarang ke BTPN lantaran adanya tawaran suku bunga yang lebih besar dari bank-bank lainnya.

Sukawi menerangkan hal itu saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus raibnya dana Kasda Semarang Rp. 22 miliar dengan terdakwa, mantan Kepala UPTD Kasda, Dody Kristianto di Pengadilan Tipikor Semarang.

Kata dia, dana Pemkot Semarang ditempatkan pada tahun 2008.

"Saya waktu itu masih mempertimbangkan. Kemudian ada masukan dari Pak Seno ada bank yang memberi bunga deposito 5 persen ada yang 8 persen, maka kami putuskan simpan deposito di BTPN," kata Sukawi, Rabu (15/5).

Sementara itu, saksi lainnya, kepala Bapenda, Yudhi Mardiana mengatakan jika selama menjabat tahun 2011 hingga 2014, dirinya mengacu simpanan dana Pemkot Semarang dari rekening koran yang diberi masing-masing bank.

Yudhi mengaku tidak mengetahui jika selama menyimpan dana di BTPN, pihaknya mendapat rekening koran palsu yang dibuat oleh personal Banker BTPN, Dyah Ayu Kusumaningrum.

"Kami hanya mengacu pada rekening koran yang diberi oleh bank-bank yang bekerjasama dengan Pemkot Semarang. Saya tidak tahu jika yang diberi oleh Dyah Ayu itu palsu," katanya.

Yudhi menyebutkan dirinya juga pernah meminta keterangan langsung dari atasan Dyah Ayu, King Amijaya.

Menurut King, lanjutnya, Pemkot Semarang hanya memiliki simpanan deposito sebanyak Rp. 514 juta.

"Setelah kroscek, kami kemudian tindak lanjuti dengan memanggil Dyah Ayu dan dia akhirnya membuat surat pernyataan bertanggung jawab dan sanggup mengganti," terangnya.

Sebelumnya, Dody Kristyanto didakwa menyetorkan uang kepada Dyah Ayu Kusumaningrum sejak 2008 hingga 2014.

Padahal Dyah Ayu Kusumaningrum yang sebelumnya menjadi personal banker BTPN sudah tidak bekerja di BTPN.

Dody dijadikan tersangka atas kasus kasda oleh penyidik Polrestabes Semarang sejak Tahun 2016.

Oleh Jaksa Kejari Semarang, Dody dijerat Pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. Selain itu, Dody juga dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang yang sama. [jie]







Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00