Bupati Blora Sayangkan Jaringan Gas Rumah Mangkrak

Daerah  RABU, 15 MEI 2019 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Bupati Blora Sayangkan Jaringan Gas Rumah Mangkrak
RMOLJateng. Bupati Blora, Djoko Nugroho menyayangkan ribuan jaringan gas rumah tangga (Jargas) yang telah terpasang sejak 2013 hingga kini mangkrak tak teraliri gas.

Bupati meminta Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas untuk segera memberikan kepastian mengenai keberlangsungan program itu.

Dulu kami ditawari program jargas, saya tidak setuju jika diperuntukkan untuk Blora Kota atau Cepu. Saya putuskan untuk masyarakat desa yang terdapat di ring satu Blok Gundih saja agar mereka bisa merasakan manfaat hasil buminya. Namun entah mengapa, dari 4000 jaringan gas rumah tangga yang terpasang sejak 2013, hingga kini baru sekitar 600 sambungan saja yang teraliri gas. Tolong SKK Migas bisa membantu kami terkait jargas ini,” ucap Bupati saat menerima kunjungan kerja SKK Migas  wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) pada hari Rabu (15/5).

Bupati ingin agar gas yang diambil dari perut bumi Kabupaten Blora bisa dirasakan manfaatnya untuk warganya dahulu.

Warganya saja belum menikmati, namun wilayah lain sudah. Kondisi ini menurut Bupati sangat tidak menguntungkan Blora.

 Mosok jaringan gas rumah tangga di Semarang sudah bisa mengalir, padahal gas nya dari PPGJ Blok Gundih yang ada di Blora. Sedangkan jaringan gas rumah tangga di Blora sendiri terkesan terbengkalai. Bantu kami komunikasi dengan PGN,” lanjut Bupati.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi berjanji akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna mencari jalan terbaik atas seluruh masalah yang diperoleh selama kunjungan di Blora.

Sebagai orang baru, saya merasa tertantang dengan kondisi Blora ini. Terimakasih atas semua permasalahan yang dikemukakan. Ini semua akan menjadi catatan kami. Kami tidak bisa langsung memberikan jawaban. Sehingga akan kita diskusikan dahulu dengan pihak pihak terkait. Paling tidak dalam dua bulan lagi, SKK Migas akan mengundang Pemkab Blora untuk diskusi lebih mendalam,” paparnya.

Selain Jargas, sejumlah permasalahan juga disampaikan Bupati, diantaranya, rencana beroperasinya produksi migas oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).

Serta kejelasan hak Participating Interest (PI) terhadap pengelolaan Blok Randugunting yang wilayah pertambangannya ada di Blora dan Rembang. [jie]




Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00