Menilik Suasana Masjid Kapal Di Bulan Ramadhan

Nusantara  RABU, 15 MEI 2019 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD DAFI

Menilik Suasana Masjid Kapal Di Bulan Ramadhan
RMOLJateng. Sebuah masjid berbentuk kapal Nabi Nuh, yang berada di Jalan Kiai Padak RT 5 RW V, Kelurahan Podorejo, menjadi destinasi favorit masyarakat Semarang dan sekitar untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Masjid kapal atau Masjid Safinatun Najah ini sebelumnya sempat viral di media sosial kerena keindahan dan bentuk arsitektur kapalnya.

Salah satu pengunjung, Khoirun Nimah mengatakan, bangunan masjid ini dibangun karena terinspirasi dari bahtera Nabi Nuh.

Menurutnya, tidak hanya mirip sebuah kapal, bangunan ini lengkap dengan jendela berbentuk bulat berjumlah 74 , buritan, haluan yang terdiri dari tiga lantai.

Karena keindahan Masjid Kapal, ia beserta sanak keluarganya langsung mengambil smartphone dari dalam tas untuk mengabadikan moment bersama keluarga dengan latar belakang masjid kapal jelang buka puasa.

Wah bagus banget ya, mirip kapal,” katanya, Rabu (15/4/2019).

Sekitar pukul 15.00 WIB, beberapa penjual makanan dan souvenir yang merupakan warga sekitar pun mulai berdatangan untuk mencari pundi-pundi rejeki dari wisatawan yang datang.

Maklum saja, semakin sore atau mendekatai waktu Magrib masjid ini ramai orang ngabuburit bahkan, tidak jarang pengunjung melakukan shalat berjamaah di masjid tersebut.

Semakin sore, nanti semakin ramai mas. Apalagi kalau hari libur seperti saat ini,” kata Rokhimin salah seorang penjaga masjid.

Masjid kapal sendiri terdiri dari bangunan tiga lantai, dengan panjang kurang lebih 50 meter dengan lebar 17 meter dan tinggi 14 meter dan berdiri dilahan seluas 2.500 meter persegi.

Memasuki gerbang masjid akan dikenakan tiket masuk Rp 3.000 dan Rp 2.000 untuk tiket parkir roda dua.

Bangunan ini punya banyak fungsi, pada lantai pertama untuk ruang pertemuan dan kegiatan sosial lainnya, lantai dua untuk masjid dan lantai tiga direncanakan untuk sebuah sekolah kejuruan dan balai kerja,” jelasnya.

Meski sudah berdiri kokoh, masjid ini hanya menjadi jujukan ngabuburit. Tidak ada shalat tawarih, dan tadarus. Alasannya, Masjid Kapal sendiri terletak jauh dari perkampungan ada di tengah hutan dan persawahan, juga sudah ada masjid besar di kampung sebagai pusat kegiatan ibadah Ramadan. [jie]





Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00