Dinas ESDM Sidak Sumur Resapan Dalam Ke Sido Muncul Dan BSB

Rukma Minta Dunia Usaha Serius Tangani Konservasi

Nusantara  SENIN, 13 MEI 2019 , 10:31:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Dinas ESDM Sidak Sumur Resapan Dalam Ke Sido Muncul Dan BSB
RMOLJateng. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak ke dua perusahaan besar.

Hal itu merupakan hasil dari permintaan  DPRD Jateng agar  Pemprov Jateng minta dunia usaha serius menangani konservasi lingkungan.

Dalam Perda Pemanfaatan Air Bawah Tanah, melekat kewajiban terkait konservasi lingkungan.

Kewajiban dimaksud adalah membuat sumur resapan dalam, bagi mereka yang memanfaatkan air bawah tanah.

"Sesuai dengan Perda perusahaan wajib membuat sumur resapan untuk mereka yang mengeskploitasi sumur artetis," ujar Ketua DPRD Jateng, Rukma Setiabudi.

Terkait dengan agenda tersebut, Dinas ESDM Prov Jateng, dipimpin langsung Kepala Dinas ESDM Jateng, Jarwanto Dwi Atmanto, mengadakan inspeksi mendadak ke Pabrik Jamu Sido Muncul yang berlokasi Bergas-Karangjati Ungaran.

Tujuannya untuk meninjau sekaligus mengecek pembangunan sumur resapan PT Sido Muncul.

"Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Meski mendadak, bagi kami ini suatu kebanggaan," kata Hadi Hartojo mewakili direksi, ketika menyambut rombongan yang dipimpin Jarwanto.

Ditambahkan Hadi, manajemen  Sido Muncul berkomitmen melaksanakan amanat Perda (air tanah-red). Apalagi terkait konservasi menjadi concern dari manajemen.

Usai meninjau Sido Muncul, Jarwanto langsung meluncur ke Bukit Semarang Baru (BSB) di Mijen.

Rombongan diterima Wahyu T mewakili manajemen PT Karyadeka Alam Lestari, pengembang Bukit Semarang Baru.

Kepada jajaran manajemen BSB, Jarwanto mengungkapkan, konservasi menjadi agenda khusus Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar  Taj Yassin.

Upaya tersebut, tambahnya, sejalan dengan agenda Milenium Development Goals (MDGs) secara global.

Dua aspek yang ingin direngkuh terkait dengan kebijakan ini, pertama pembangunan yang berorientasi lingkungan, dan kedua adalah meningkatkan daya saing itu sendiri.

"Go green menjadi prasyarat produk kita bisa diterima di pasar global.  Tanpa itu maka kita tidak bisa bersaing di dunia internasional," tegasnya.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah dan kebijakan yang sudah dilakukan keduanya.

"Saya secara khusus datang ke sini tidak lain untuk itu. Semoga perusahaan yang lain juga tergerak untuk melakukan hal yang sama," tambahnya.

Tidak terkontrol

Perlunya aturan pemanfaatan air bawah tanah juga disampaikan Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi.

"Jujur saja kami prihatin karena selama ini penggunaan air bawah nyaris tidak terkontrol. Meski diakui, bagi dunia industri sendiri mereka menghadapi dilema, ibaratnya maju kena, mundur juga kena," urainya.

Maju kena mundur kena yang dimaksudkan Rukma adalah selama ini pengelola kawasan industri tidak mempersiapkan pasokan air untuk kepentingan mereka.

Suplai PDAM tidak ada, sementara instalasi air minum, maupun air untuk kebutuhan industri tidak dikondisikan.

Kondisi tersebut, mau tidak mau mereka terpaksa menggunakan air bawah tanah.

Jadi, kata Rukma, ke depan menyangkut kebutuhan itu harus ditata bersama sama.

Atas seruan Rukma itu, KPLHI (Komunitas Pecinta Lingkungan Hidup Indonesia)  menyambut positif. 

Hardono, Ketua KPLHI mengatakan, pihaknya sedang menggiatkan kampanye dan sosialisasi tentang Perda Air Tanah.

Saat ini hampir 50 persen pabrik menggunakan air tanah secara illegal.

Tapi situasinya memang dilematis, karena supply PDAM sendiri belum ada,ungkap Hardono.

Karenanya KPLHI sangat mengapresiasi kebijakan yang ditempuh PT Sido Muncul dan PT Karyadeka Alam Lestari.

"Saya kira ini langkah yang bagus, dan dapat menjadi momentum untuk menggelorakan konservasi lingkungan di Jawa Tengah,  pada khususnya, dan pilot project untuk skala nasional," kata Hardono.

Ke depan, tambah Hardono, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait,  seperti Apindo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk terus mengawal program ini.

Upaya itu tidak hanya di tingkat lokal, maupun regional, tetapi  juga sampai ke tingkat nasional.

Banyak hal yang bisa dipetik jika semua pihak konsisten melaksanakan program ini.

Tidak hanya memberikan kontribusi pada program konservasi, tetapi bagi pemerintah dan juga masyarakat dapat merasakan manfaat lain yang lebih besar.  [adv]






Komentar Pembaca
Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 10:02:00

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 17:15:00

Enceng Gondok Di Sungai Banjirkanal Barat Semarang

Enceng Gondok Di Sungai Banjirkanal Barat Semarang

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 17:52:00