Mulai Mei 2019, Setiap Peserta BPJS Kesehatan Wajib Rekam Sidik Jari

Kesehatan  JUM'AT, 03 MEI 2019 , 15:31:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Mulai Mei 2019, Setiap Peserta BPJS Kesehatan Wajib Rekam Sidik Jari
RMOLJateng. Mulai Mei 2019, para peserta pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) harus melakukan sidik jari untuk mendapat sejumlah layanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang (kota Semarang dan Kabupaten Demak) Agus Purwono mengatakan secara bertahap akan melakukan perekaman sidik jari (finger print) kepada setiap peserta JKN-KIS yang berobat di rumah sakit.

"Apabila setiap orang yang berobat namun menggunakan kartu bukan miliknya maka pelayanan  kesehatan tidak dapat dilanjutkan," jelasnya, Jumat (3/5/2019).

Ia menyebut implementasi perekaman sidik jari di program JKN-KIS dilakukan bertahap.

Tahap pertama  bulan Mei 2019 untuk pelayanan Rehabilitasi Medik, poli Mata dan poli Jantung. Lalu, Tahap kedua Agustus 2019 untuk Pelayanan Rawat Inap.

Tahap ketiga Oktober 2019 untuk (Rawat Jalan Tingkat Lanjutan) RJTL bagi poli Penyakit Dalam, Anak, Bedah dan Obsgyn.

Tahap keempat Desember 2019 untuk Seluruh pelayanan rawat jalan.

"Dengan harapan awal tahun 2020 sistem finger print dapat dilaksanakan secara menyeluruh," kata Agus.

Ia berujar, sistem finger print  sudah diterapkan pada peserta yang memperoleh pelayanan Hemodialisa (cuci darah) sejak akhir tahun 2017 lalu.

Pihaknya sudah memanggil  25 direktur atau perwakilan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kota Semarang dan kabupaten Demak.

Ke depan tidak perlu ditanyakan kembali masyarakat apakah ada kartu JKN-KIS atau  tidak mengingat data finger print sudah terdata di sistem kami,” kata Agus Purwono.

Finger print akan dilakukan saat petugas rumah sakit membuat jaminan BPJS.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Istianti menambahkan perekaman sidik jari bayi dan anak-anak  bisa menggunakan finger print mobile.

"Kecuali apabila seperti bayi,  apabila perekaman tidak bisa dilakukan maka bisa dikeluarkan SEP dengan approval,”  tambahnya. [jie]




Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00