40 WNA Pelaku Penipuan Online Digrebek Di Rumah Mewah

Hukrim  MINGGU, 21 APRIL 2019 , 19:12:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

40 WNA Pelaku Penipuan Online Digrebek Di Rumah Mewah
RMOLJateng. Sebanyak 40 Warga Negara Asing (WNA) digrebek di sebuah rumah mewah kontrakan milik Yanto BK di Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11 Kota Semarang. WNA asal Taiwan dan Cina tersebut diamankan oleh petugas Imigrasi Semarang.

Mereka diamankan pada Kamis (18/4) karena diduga merupakan pelaku tindak pidana penipuan dan pemerasan.

Modus penipuan dan pemerasan yang mereka lakukan menggunakan sarana alat komunikasi elektronik atau secara online. Berdasarkan penyelidikan sementara, mereka telah berada di Kota Semarang selama dua bulan.

"Sasaran korban adalah warga negara asing yang ada di Taiwan ataupun Cina yang memiliki permasalahan hukum. 40 orang ini melakukan penipuan sekaligus pemerasan," tegas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat konpers di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jalan Sugriwa Raya, Kota Semarang Minggu (21/4).

Selain mengamankan puluhan WNA, Abioso menyatakan sejumlah barang bukti di antaranya 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah dan beberapa peralatan komputer.

Abioso menjelaskan, enam orang diantara dari 40 WNA yang berhasil diamankan adalah perempuan. Saat ini mereka ditempatkan di Rudenim Kota Semarang. Rata-rata puluhan WNA Cina dan Taiwan ini berusia antara 25 sampai 30 tahun.

"Sebelas di antaranya merupakan DPO dari Interpol Taiwan. Sehingga mereka merupakan pelaku-pelaku kejahatan yang berasal Taiwan sudah masuk DPO Interpol sana, keberadaan saat ini ada di Indonesia," jelasnya.

Abioso membeberkan, penangkapan 40 WNA tersebut sama sekali tidak terkait dengan pelaksanaan kegiatan Pemilu 2019.

"Penangkapan ini murni karena tindak kejahatan penipuan dan pemerasan yang mereka lakukan. Tidak ada barang bukti ditemukan yang mengarah ataupun menjurus kepada hasil pemungutan pemilihan presiden 2019,"ujarnya.

Abioso menambahkan, disebabkan mereka para WNA tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, untuk penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak Keimigrasian dan Interpol.

"Saat ini kita masih berkoordinasi dengan pihak Keimigrasian bersama Interpol,"pungkas Abioso.[dit]



Komentar Pembaca
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00