Pengamat Politik: Quick Count Bisa Dilaporkan ke KPU

Politik  JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 09:39:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Pengamat Politik: Quick Count Bisa Dilaporkan ke KPU

Adi Prayitno

RMOLJateng. Pengamat politik  Adi Prayitno angkat bicara soal polemik seputar quick count yang berlangsung saat ini.

Ia menyatakan jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan hasil hitung cepat, agar melaporkannya ke KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sehingga, nantinya KPU ‎bisa memanggil dan mengadili lembaga survei yang dirasa menyesatkan tersebut.‎

"Kalau ada yang merasa quick count itu menyesatkan, menggiring opini atau menguntungkan salah satu kandidat tertentu maka laporkan saja ke KPU. Sehingga nanti KPU bisa membentuk dewan kode etik untuk mengadili lembaga-lembaga survei yang diduga meresahkan itu," tuturnya pada RMOLJateng, Jumat (19/4/2019).

Di sisi lain, ia menambahkan, hasil quick count oleh sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa selama ini, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetap terjaga secara kosntan.

Beberapa isu yang menerpa pasangan ini tak mampu menggoyahkan elektabilitas yang sebelumnya sudah cukup tinggi.

"Ini bukti elektabilitas Jokowi masih konstan, lurus begitu, karena tidak ada peristiwa besar. Tidak ada tsunami atau kiamat politik, sehingga elektabilitas petahana tetap terjaga. Meski mungkin ada sedikit perbedaan, masih dalam batas margin error 3 sampai 4 persen," pungkasnya.‎

Adi menjelaskan, sejatinya tidak ada yang mengejutkan dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Hasil quick count ini, menurut dia, sesuai dari hasil survei sebelumnya.

Kendati demikian, ia mengatakan,
quick count bukanlah hasil resmi, melainkan potret yang didasarkan pada hasil perhitungan suara di TPS.

Perolehan suara dalam quick count kecenderungannya tidak meleset jauh dari perhitungan real KPU. ‎

"Ini yang harus dijadikan pegangan bahwa quick count itu sebatas alat bantu," ucap dia.

Di sisi lain, ia menganggal kontestan pemilu kali ini tidak sereaktif pada maaa lalu.

‎Terutama, calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang tak larut dalam euforia kemenangan versi quick count.

Menurut Adi, saat menyampaikan pidatonya kemarin, Jokowi sama sekali tidak mengesankan sikap jemawa, dalam menyikapi hasil hitung cepat.

Begitupun pendukung-pendukung pasangan calon (paslon) 01 yang menyatakan akan mengikuti proses yang ada.

‎"Dari kubu 02 juga tidak begitu reaksioner dan akan menunggu hasil hitung resmi komisi pemilihan umum (KPU). Kalau melihat sekarang kondisinya lebih adem‎, saya kira satu sikap yang lebih maju ketimbang 2014 yang saling klaim kemenanangan, sehingga situasinya cukup panas," kata Adi yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

‎Bahkan, sambung Adi, dalam kesempatan pemilihan presiden (Pilpres) kali ini Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo.

Berbeda, dengan Pilpres sebelumnya, pada 2014‎.

Masih menurut dia, ‎berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul 54 persen.

Terpaut sekitar 9 persen dari pasangan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang hanya mengantongi 45 persen suara.[dit]

Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00