Tim Penyusun Naskah Gelar Diskusi Pemantapan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

Nusantara  SENIN, 15 APRIL 2019 , 17:31:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Tim Penyusun Naskah Gelar Diskusi Pemantapan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional
RMOLJateng. Masih terkait dengan usaha mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat, sebuah Focuss Grup Discusion (FGD) digelar di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dalam kegiaatan tersebut dikupas habis mengenai sepak terjang sang Ratu Kalinyamat.

Ratno Lukito, Koordinator Tim Penyusun Naskah Akademik Ratu Kalinyamat, dalam kesempatan ini menjelaskan keberadaan sang ratu melalui dua buah catatan lama pelaut Portugis. Catatan tersebut dibuat oleh Diego De Conto.

Berdasarkan catatan itu, Ratu Kalinyamat digambarkan sebagai sosok pemimpin yang kuat, tangguh dan berkuasa.

Ratu Kalinyamat disebut juga memiliki armada militer yang kuat. Sehingga dia berani mengusir Portugis dari perairan Jepara saat itu.

Selain berkuasa, Ratu Kalinyamat juga digambarkan sebagai perempuan kaya raya. Saat itu Ratu Kalinyamat sudah mampu memanfaatkan kayu jati untuk membangun industri galangan kapal.

Karena kekuasaannya, Ratu Kalinyamat juga menerapkan pajak bagi semua kapal yang berlabuh di Jepara.

Ratu Kalinyamat juga diketahui pernah menggagas adanya poros maritim, dengan mengembangkan pelabuhan, menginisiasi industri galangan kapal, dan ukiran Jepara. Tidak hanya pelabuhan utama di Jepara yang dikuasainya. Namun  pelabuhan pendukung di sekitar Jepara seperti di Pati, Juwana, Lasem, Rembang, juga dibangun Ratu Kalinyamat,” kata Ratno Lukito.

Sementara itu, Imas Emilia, salah seorang ahli sejarah yang terlibat dalam FGD ini menyebutkan Ratu Kalinyamat memang sempat membangun poros maritim berpusat di Jepara.

Poros maritim yang dibangun tersebut, ternyata juga tidak hanya untuk kepentingan Jepara.

Poros maritim ini pada kenyataannya juga berkontribusi besar kepada kerajaan lain seperti Maluku, Aceh, Banten, Makasar, Bali, Banjarmasin, Tuban, dan Gresik. Pelabuhan di Jepara menjadi bagian penting bagi perdangan di Nusantara saat itu.

Pedagang dari kerajaan lain membawa dagangannya ke Jepara, berlabuh dan melakukan perdagangan. Sehingga hasil bumi dan barang-barang terdistribusi dengan baik. Jepara saat itu menjadi poros maritim, dibawah Ratu Kalinyamat,” ujar Imas Emilia. [jie]





Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 11:40:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00