Bertemu Finalis Denok-Kenang, Ini Pesan Hendi

Pariwisata  RABU, 10 APRIL 2019 , 19:37:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Bertemu Finalis Denok-Kenang, Ini Pesan Hendi
RMOLJateng. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada 50 finalis denok-kenang 2019 yang telah lolos seleksi untuk lebih bangga dan kritis dengan cara mencari hal-hal sekecil apapun yang bisa menjadi kebanggaan Kota Lumpia ini.

"Mulailah mencari sekecil apapun, kebangganmu di kota ini. Misalnya, Pariwisata di kota ini disektor apa,? Kalau hanya Lawang Sewu, orang sudah banyak bicara soal Lawang Sewu," ungkap Hendi dalam pengarahannya di Gedung Moch Ikhsan Lantai 8, Kota Semarang, Rabu (10/4).

Hendi pun mencontohkan beberapa informasi dan tempat-tempat wisata yang sebetulnya menarik di Kota Semarang yang belum banyak dikenal oleh para wisatawan. Khususnya, wisatawan yang dari mancanegara atau luar negeri. 

"Apakah adik-adik tahu ada masjid tertua kedua di Indonesia ada di Kota Semarang? Tahu nggak? Ada di Masjid Sekayu? Apakah adik-adik tahu, bahwa patung Cheng Hoo kita itu tertinggi? Bahkan di Kota Nanjing, tempat Cheng Hoo, patungnya tidak setinggi di Sam Poo Kong? Apakah tahu, banyak peninggalan seperti Mercusuar yang juga bagian dari peninggalan cagar budaya? Di Pelabuhan sana. Nah, itu harus dipahami oleh Denok Kenang sekarang," ujarnya.

Hendi pun mengungkapkan jika data statistik jika wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berasal dari Cina, Malaysia, Timor Leste, Singapura dan Australia.

"Urutan yang pertama, wisatawan Cina mencapai 15 persen, Kedua Malaysia sebanyak 14,5 persen. Ketiga Timor Leste. Keempat Singapura dan Kelima Australia 9,1 persen. Artinya apa? Kalau panjenengan mau menggeret wisatawan asing ke Kota Semarang itu struktur seperti itu, struktur statistiknya," bebernya.

Hendi pun meminta kepada denok kenang, selain mahir dalam berkomunikasi bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia juga harus ditunjang dengan bahasa lainya seperti bahasa Cina. 

"Harus ada kelebihan-kelebihan yang kita miliki tidak hanya berbahasa Indonesia atau hanya berbahasa Inggris tapi kita lihat, Cina banyak mengirimkan orang berwisata ke Indonesia. Jadi, saya rasa kalau hari ini ada anak muda pinter bahasa Mandarin, pasti dia akan jadi penghubung antara kita dan wisatawan dari Cina," terangnya.

Diakhir pengarahannya, Hendi berpesan selain anak muda harus bangga dengan Kota Semarang sendiri, dirinya juga meminta kepada 50 finalis yang tidak sebagai denok-kenang 2019 untuk tidak putus asa.   

"Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan gelo karena selalu ada hal-hal yang bisa kita petik hikmahnya dari pertemuan-pertemuan ini," pungkasnya. 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriasari menjelaskan, ada sebanyak 380 pendaftar baik secara online maupun offline. Kemudian, setelah terseleksi, dipilihlah sebanyak 50 orang atau 25 pasang denok kenang.

Pendaftaran dimulai sejak bulan Januari sampai Maret ada sebanyak 380. Sebanyak 137 denok dan 77 kenang ini melalui proses audisi di Java Mall, melewati tes tertulis, tes penampilan serta tes wawancara.

Kemudian, Rabu (10/4) hari ini mereka menjalani pembekalan dari masing-masing dewan juri dan pemateri untuk menghadapi tahapan akhir, grand final pada 26 April mendatang. [jie]





Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00