Tim Pengkaji Menulis Riwayat Ratu Kalinyamat Dari Sumber Asli

Nusantara  SELASA, 09 APRIL 2019 , 07:37:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Tim Pengkaji Menulis Riwayat Ratu Kalinyamat Dari Sumber Asli

Ilustrasi/net

RMOLJateng. Kepedulian  Hj. Lestari Moerdijat dalam menggagas Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional sangat tinggi. Terbukti dari penyusunan tim penggagas maupun penulis riwayat.

Hal ini dilakukan Mbak Rerie yang juga Korwil NasDem Jateng-DIY ini untuk  meneruskan cita-cita Almarhum  Dr H Subroto, SE, MM, Mantan Wakil Bupati Jepara periode 2012-2017 untuk memperjuangkan Ratu Kalinyamat untuk diajukan (kembali) kedua kalinya sebagai Pahlawan Nasional.

"Sayangnya Almarhum Dr H Subroto, SE, MM meninggal dunia tahun 2018," ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/4/2019).

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut lanjut Pembina Sahabat  Lestari, pihaknya menggandeng Tim Pengkaji dengan berusaha menemukan sumber-sumber asli berupa buku-buku dari Diego de Couto yang berjudul Da Asia.  

"Buku Diego de Couto ditemukan telah dibuat secara digital. Sedangkan yang asli tersimpan pada Biblioteca Nacional de Portugal," tambahnya.

Menurut Mbak Rerie, dalam buku indeks yang dibuat secara khusus untuk membantu menelusuri kata Rainha de Jepara” (Ratu dari Jepara), ditemukan dua jilid dari menuliskan Rainha de Jepara”. Rainha de Jepara” terkadang ditulis menjadi Rainha de Japara” atau Rainha de Japora”.

"Sumber asli lainnya diperoleh dari buku Tome Pires yang berjudul Suma Oriental”. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 1944 dan diperoleh dalam bentuk digital. Buku asli Tome Pires juga tersimpan di Biblioteca Nacional de Portugal, namun belum bisa diakses digitalnya secara publik," terangnya lagi.

Selain tim pengkaji dan penulis, Lestari Moerdijat juga memiliki terjemahan Suma Oriental dari Tome Pires dalam bahasa Indonesia.

"Namun untuk menjaga keotentikan naskah Ratu Kalinyamat,  saya  memutuskan untuk menggunakan sumber asli yang dari berbahasa Inggris," tandasnya.

Lebih lanjut Lestari Moerdijat mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Pengkaji dan Penulis Naskah Akademik Ratu Kalinyamat menemukan bahwa naskah yang disertakan dalam pengajuan sebelumnya banyak menggunakan buku-buku yang juga mengutip dari buku-bukunya Diego de Couto dan Tome Pires.

Oleh karena itu lanjutnya, dalam penulisan Naskah Akademik yang disusun ulang diputuskan menggunakan sumber-sumber asli yang berbahasa Inggris.

"Walaupun demikian buku-buku berbahasa Indonesia tetap disertakan sebagai bukti bahwa masyarakat Indonesia peduli dengan kehadiran Ratu Kalinyamat sebagai salah satu bagian penting dalam sejarah ke-Indonesia-an," tandasnya.

Lestari Moerdijat juga berharap bisa  menemukan satu buku berbahasa Portugis lainnya yaitu "Peregrinação" (Ziarah) yang ditulis oleh Fernão Mendes Pinto tahun 1569 dan diterbitkan oleh biarawan Belchior Faria tahun 1614. [jie]




Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00