Dinkes Jateng Kesulitan Deteksi Penderita TBC

Kesehatan  MINGGU, 07 APRIL 2019 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Dinkes Jateng Kesulitan Deteksi Penderita TBC
RMOLJateng. Jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Jawa Tengah masih cukup tinggi.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah  membuat estimasi jumlah penderita di angka 297 kasus per 100 ribu penduduk. Namun hanya 145-an/100 ribu penduduk yang ditemukan.

"Ini terhitung cukup banyak, karena jumlah penduduk di Jateng sekitar 35 juta jiwa," kata Kadinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo saat dihubungi, Minggu (7/4/2019).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jateng, Tatik Murhayati menambahkan satu penderita bisa menularkan ke 10 sampai 15 orang dalam satu tahun.

"Menjadi berbahaya ketikasumber atau penularnya tidak diketemukan dan segera ditangai," ujarnya.

Adapun  beberapa faktor yang menyebabkan para penderita TBC sulit ditemukan yaitu banyak penderita yang tidak mau muncul.

Alasannya antara lain malu karena khawatir mempengaruhi kehidupannya.

"Contohnya karyawan perusahaan khawatir diminta istirahat dan tidak punya penghasilan," jelasnya.

Upaya memutus mata rantai terkendal hal itu. Selain sukar menemukan penderita, konsumsi obat juga lama dan ketika penderita merasa sehat banyak yang berhenti.

Tatik berujar pemerintah saat ini alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersebar di 35 kota/kabupaten di Jateng.

Alat ini diklaim mampu mempermudah pendeteksian TBC. [jie]



Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 11:40:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00