Ketahanan Pangan Lokal Perlu Kebijakan Pemerintah

Pendidikan  RABU, 20 MARET 2019 , 16:41:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Ketahanan Pangan Lokal Perlu Kebijakan Pemerintah
RMOLJateng. Peran pemerintah dinilai penting dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal.

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) menggelar Kuliah Umum yang bertajuk Ketahanan Pangan Lokal Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Di Era Industry 4.0” di Aula Gedung V Lantai 6 Kampus USM Kawasan Arteri Sukarno Hatta, Kota Semarang (20/3).

Kegiatan diikuti 209 peserta ini menghadirkan narasumber kompeten Dr Ir Donny Yoesgiantoro MM MPA yang merupakan Pengamat Kebijakan Energi dan Lingkungan Universitas Pertahanan Jakarta dan Pastor Hartono.

Berkaitan dg strategi diperlukan kebijakan dari pemerintah, pemerintah harus turun langsung mendengarkan masalah-masalah apa yg sedang dihadapi oleh masyarakat. Mengenai permasalahan swasembada pangan, disini masih ada dua tujuan yang saling bertentangan, oleh karena itu harus dilakukan dengan sistem yang benar dan tentunya oleh orang-orang yang benar juga," ungkapnya.

Donny mengambil contoh ikan, banyak masyarakat nelayan yang tidak mendapatkan kesejahteraan yang baik, dalam hal ini sistem harus jalan, orang-orang yang menangani  harus jalan.

"Berkaitan dengan fungsi pelarangan, pemerintah harus tegas, kentaki harus dibatasi, pemerintah harus menghitung mana yang kuat dan mana yang lemah harus diatur sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” tegas Donny.

Sementara pada sesi lain, Pastor Hartono mencoba memberikan tantangan kepada peserta untuk menyebutkan 10 sayuran dari kalangan orang tua dan anak muda.

Dari segi jawaban sudah terlihat perbedaan bahwa jenis sayuran yang disebutkan oleh anak muda adalah kebanyakan sayuran dari luar bukan hasil asli lokal, sementara dari kalangan orang tua menyebutkan beberapa sayuran produk lokal.

Bicara mengenai ketahanan pangan lokal sebenarnya berkaitan dengan masalah mentalitas, di mana mereka lebih bangga mengkonsumsi brokoli atau kol dari pada mengkonsumsi daun papaya. kita harus merombak tentang pemikiran kita termasuk pada pengertian gulma yang dianggap sebagai tumbuhan penganggu ternyata banyak yg bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan,” terang Hartono. [hen]

Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00