Inilah Sosok Wanita Yang Disebut Sandiaga Uno Di Debat Cawapres Terkait Keluhan BPJS

Nusantara  SELASA, 19 MARET 2019 , 17:40:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Inilah Sosok Wanita Yang Disebut Sandiaga Uno Di Debat Cawapres Terkait Keluhan BPJS
RMOLJateng. Sosoknya sempat menjadi perbincangan usai acara debat cawapres, pasalnya calon wakil presiden Sandiaga Uno sempat menyebut jika ada salah satu warga Sragen yang mengeluh soal pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Usai debat, sosok wanita tersebut muncul untuk memberikan klarifikasinya. Wanita tersebut ternyata bernama Niswatin Naimah bukanlah Lies Sugiyarti yang ramai diperbincangkan.

Saat ditemui RMOLJateng di kediamannya di Babadan RT 08 RW 02, Desa Bentak, Sidoharjo, Sragen itu, Niswatin mengaku memang dirinya pernah mengeluh terkait pelayanan BPJS yang dirasakannya.

"Benar saat Bang Sandi datang ke Sragen, spontan saya bercerita keluhan saya (masalah BPJS) kepada beliau," jelasnya Selasa (19/3) sore.

Keluhan tersebut terkait BPJS yang tidak lagi melayani obat bagi penderita kanker. Sebelumnya dirinya divonis menderita kanker payudara stadium dua, dua tahun yang lalu. Awalnya sempat mendapatkan perawatan kemoterapi dan juga obat yang semuanya ditanggung oleh  BPJS Kesehatan.

Setelah melalui beragam tes, ternyata dirinya harus mendapatkan suntikan obat  anti HER2, Trastuzumab sebanyak delapan kali ke dalam tubuh untuk mematikan kanker.

Padahal disaat yang bersamaan  muncul kebijakan baru yang mulai berlaku per 1 April 2018 jika obat itu tidak bisa dicover BPJS kecuali untuk penderita HER2 yang sudah menyebar.

"Dan biaya untuk sekali suntik itu mencapai Rp 15 juta. Ternyata obat tersebut tidak ditanggung oleh BPJS. Darimana saya dapatkan biaya sebesar itu," keluh wanita yang merupakan guru honorer di salah satu sekolah swasta di Sragen.

Ibu dua anak ini mengaku kesulitan untuk melakukan pengobatan, karena terbentur masalah biaya. Karena gajinya sebagai guru honorer tidak akan pernah cukup untuk menbeli obat yang harganya jutaan.

"Jadinya waktu ketemu ya saya refleks saja apa yang jadi ganjalan saya terkait masalah pengobatan itu," tandasnya.

Niswatin yang sudah 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer mengaku dirinya sempat melihat debat cawapres di televisi dan sempat kaget juga sosoknya disebut meski nama yang dimaksud salah.

"Ya kaget juga beliau masih ingat keluhan saya. Meski beliau salah menyebut nama, ya maklum saat di Sragen itu kan banyak orang riuh jadi saat saya sebut nama beliau dengarnya berbeda," tutupnya. [jie]








Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 11:40:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00