Driver Ojol Kena Suspend Tujuh Hari Gara-Gara Rating Jelek Dari Konsumen Nakal

Peristiwa  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 21:36:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD DAFI

Driver Ojol Kena Suspend Tujuh Hari Gara-Gara Rating Jelek Dari Konsumen Nakal
RMOLJateng. Akibat ulah konsumen yang tidak bertanggung jawab, driver ojol terpaksa mendapatkan rating buruk dan kena suspend selama tujuh hari.

Awalnya pada hari Rabu (13/3) sekitar jam 12:00 siang, driver ojol, Nanang Agung mendapatkan order di McDonald’s Pandanaran namun ia disuruh jemput di Bank DBS sebelahnya gerai cepat saji tersebut.

Saat itu, tarif yang dikenakan konsumen Rp14 ribu (Rp7 ribu non tunai dan 7 ribu promo) tujuan Rumah Sakit Roemani.

Namun, Nanang kaget, setelah tiba ternyata yang naik lima orang. Sebenarnya sudah diperingatkan bahwa tumpangannya lebih satu orang, namun mereka tetap memaksa masuk.

"Saya pikir ya sudahlah tidak apa-apa dari pada tidak mendapatkan order," jelasnya saat dihubungi RMOL Jateng, Jumat (15/3).

Setelah sampai tujuan, lanjutnya, konsumen memberikan uang sebesar Rp8 ribu, namun Nanang menjelaskan bahwa konsumen tersebut sudah bayar lewat non tunai.

Tidak hanya itu, Nanang telah memperlihatkan smartphone-nya untuk menjelaskan bahwa memang sudah benar-benar dibayar lewat non tunai.

"Saat itu sudah saya jelaskan, bahwa si customer sudah dipesankan orang lain dan dibayar lewan non tunai namun customer tetap menyodorkan uangnya," paparnya.

Setelah menjelaskan panjang lebar dan customer tetap memberikan uang tunai, akhirnya Nanag berpikifan bahwa uang yang diberikan kepadanya merupakan tips karena penumpang over.

Tak lama kemudian ketika Nanag mengantar customer yang lain ke Bandara Ahmad Yani, tiba-tiba ada telfon masuk dari konsumen sebelumnya.

Ia menceritakan, saat di-telfon customer tadi bilang "Mas itu tadi kan ordernya pakai nontunai, kok masih terima uang," katanya.

Lantas tanpa berfikir panjang, Nanang menjawab bahwa ia akan mengantar uangnya ke kantor Bank DBS.


Namun, di tengah perjalanan Nanang mempunyai pikiran daripada mengembalikan ke DBS ia pilih telpon customer service Grab.

"Dari situ pihak Grab akan memotong saldo saya untuk dikembalikan pada customer yang memesan tadi, menurut saya itu lebih menghemat waktu dari pada balik dan macet-macetan," paparnya.

Setelah menghubungi pihak Grab, Nanang berpikir bahwa urusan ini bakal selesai karena saldonya telah terpotong.

Namun, setelah hampir dua jam, konsumen yang pertama tadi menghubunginya lagi sambil marah-marah lewat telfon.

"Customer tadi minta uangnya dikembalikan secara tunai, dia bilang nanti uangnya bisa kasih ke security (keamanan)," katanya.

Nanang menjelaskan, ia telah menghubungi Customer Service Grab pusat untuk memotong saldonya buat dikembalikan pada konsumen tadi.

"Namun konsumen tadi menjawab bahwa belum ada pengembalian saldo, konsumen mengancam akan melapor ke pihak Grab. Dari pada memeperpanjang masalah akhirnya saya bilang akan mengantar uang customer tadi. Namun ketika saya tanya namanya siapa, telfonny sudah dimatikan dan saya tidak bisa menghubungi lagi karena memakai no telfon Costumer Service Grab yang disambungkan ke telfonny,” terangnya.

Setepah itu, akhirnya Nanang mengantar uang customer tadi ke Bank DBS. Saat itu ia memberikan uang kepada pihak keamanan yang berjaga dan ia pun sudah menceritakan kronologi kepada pihak yang ia temui.

"Saya pikir sudah aman, saya sudah mengembalikan uang Rp8 ribu ditambah saldo yang telah terpotong," jelasnya.

Namun pada hari Kamis pagi, betapa kagetnya ketila ia membuka aplikasi untuk persiapan kerja, ternyata akun Nanang di suspend selama tujuh hari kerja.

"Hal itu membuat akun saya tidak bisa digunakan selama 7 hari kerja," paparnya.

Agat kasus ini tidak menimpa rekan-rekannya yang lain, Nanang berpesan kepada customer agar lebih bijak. Dampaknya tidak hanya kepada driver ojol saja namun juga anak dan istrinya.

"Buat konsumen saya berharap untuk berhati-hati dalam memberkian penilaian bintang dan komentar terhadap driver ojol, mengingat menjadi driver ojol merupakan cara kita untuk mencari nafkah untuk anak dan istri," harapnya. [hen]

Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 11:40:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00