Angkat Paradigma Minder Gunakan Bahasa Banyumasan Antarkan Nina Ke Tunisia

Pendidikan  KAMIS, 14 MARET 2019 , 19:58:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

Angkat Paradigma Minder Gunakan Bahasa Banyumasan Antarkan Nina Ke Tunisia
RMOLJateng. Nina Dwi Rohmawati, siswa kelas XII IPA SMA Santo Agustinus, Purbalingga menjadi finalis pada International Festival of Engineering Science and Technology in Tunisia (I-FEST) 2019.

Ia lolos setelah melakukan penelitian melalui karya ilmiah dan berkompetisi National Science Meet Up 5 di Surabaya, Desember 2018 lalu.
 
Karya ilmiahnya berjudul When Majority Culture Has Minority Honor: The Dynamic Of Language Ethnicity And Cultural Demographic With The Javanese Language Of Ngapak Banyumasan. Karya tersebut akan disempurnakan dan akan dikompetisikan di I-FEST Tunisia 2019.
 
Karya ini mengulas tentang trend paradigma remaja lokal Purbalingga zaman sekarang yang cenderung minder/inferior menggunakan bahasa lokalnya, yaitu bahasa Ngapak Banyumasan sebagai bahasa pergaulan,” kata Nina saat ditemui RMOLJateng, Kamis (14/3) sore.
 
Mencermati survey demografi yang ia lakukan, ternyata kecenderungan malu menggunakan bahasa Ngapak Banyumasan ini adalah kaum remaja perempuan. Melalui studi kasus yang akan dikompetisikan di Tunisia ini, ia akan justru akan mengenalkan bahasa Ngapak Banyumasan ini dalam presentasinya nanti.
 
Nina bersama guru pendampingnya, rencana akan mengikuti I-FEST ke Tunisia mulai tanggal 21 hingga 26 Maret 2019 tepatnya di Rosa Beach Hotel, Monastir Town, Tunisia (Afrika). Beberapa kegiatan yang akan dijalani dalam festival tersebut diantaranya Judging Session, Publik Stands, Konferensi, Festival kebudayaan dan lain-lain.

Saat festival kebudayaan nanti, kami akan menampilkan pantomime drama musical Ramayana,” katanya.
 
Setelah mengikuti festival ini harapannya bisa mengenalkan Bahasa Ngapak Banyumasan ke kancah internasional beserta kulturnya. Melalui karyanya ia memotivasi bahwa Bahasa Ngapak Banyumasan adalah sebenarnya bagian dari kekayaan bahasa yang dimiliki Bangsa Indonesia yang beragam etnis.
 
Banyak yang meremehkan bahasa Ngapak ini dengan menilainya karena kasar, kampungan, berstratifikasi rendah. Padahal bahasa ini unik dan perlu lestarikan, bahkan sejarahnya bahasa Ngapak Banyumasan ini merupakan bahasa tertua di tanah Jawa,” katanya. [hen]
 


Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00

Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 16:17:00

Pembukaan Museum OHD Magelang

Pembukaan Museum OHD Magelang

SABTU, 26 JANUARI 2019 , 17:25:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00