Omah Publik Kritisi Rp 18 Miliar Untuk Apel Kebangsaan

Nusantara  KAMIS, 14 MARET 2019 , 18:56:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Omah Publik Kritisi Rp 18 Miliar Untuk Apel Kebangsaan

Nanang Setyono/RMOL Jateng

RMOLJateng. Acara Apel Kebangsaan yang dihelat pemerintah provinsi Jawa Tengah pada Minggu (17/3/2019) mendapat kritikan dari Lembaga Advokasi hukum dan Kebijakan Publik, Omah Publik.

Aktifis Omah Publik, Nanang Setyono mempertanyakan anggaran Rp 18 miliar untuk acara itu.

"Nilai anggaran Rp 18 miliar menurut kami terlalu fantastis jika hanya utk kegiatan pengumpulan masyarakat, apalagi menurut informasi kegiatan tersebut akan didominasi oleh ASN," katanya pada RMOLJateng, Kamis (14/3/2019).

Ia mempertanyakan dari mana sumber anggaran Rp 18 miliar tersebut?

Lalu, jika berasal dari APBD murni Pemprov Jateng, bagaimana perencanaannya? Apakah dilakukan setelah APBD disahkan atau sebelumnya?

Nanang mengatakan, jika tujuan apel kebangsaan tersebut dalam rangka mensukseskan pemilu tidak tepat.

"Menurut kami itu adalah domain kegiatan yang semestinya dilakukan KPU dan pemerintah sebaiknya dalam posisi yang netral?" ujarnya.

Ia menganggap anggaran Rp 18 miliar itu terlalu besar jika hanya dihabiskan untuk menyewa tratag, beli makanan dan panggung hiburan.

Nanang lebih suka jika anggaran sebesar itu digunakan untuk program yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Bukan hanya untuk makan dan pesta.

Ia mencontohkan, dana itu bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga mengentaskan kemiskinan.

"Kalau dilihat dari acaranya, dimana pendidikan politiknya?" tanyanya.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Jateng menyebut bakal menggelar Apel Kebangsaan yang bakal dihadiri 130 ribu orang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah Achmad Rofai mengatakan kegiatan yang digelar pertama kali ini diharap bisa menggelorakan semangat nasionalisme pada masyarakat.

Acara akan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia.

"Apel Kebangsaan ini akan melibatkan seluruh komponen yang ada di Jateng, seperti santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel," ungkapnya.

Sejumlah tokoh yang akan mengisi orasi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Acara ini juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong. [jie]





Komentar Pembaca
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Kerusuhan Tanah Abang, Korban Jiwa Berjatuhan
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00