Kota Lama Semarang Disebut "Little Netherland", Ini Reaksi Pakar Utusan Kerajaan Belanda

Pariwisata  RABU, 13 MARET 2019 , 17:48:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Kota Lama Semarang Disebut
RMOLJateng. Henk Ovink, Utusan Khusus Kerajaan Belanda Bidang Keairan, tiba-tiba merasa kaget namun bercampur senang dan bangga, saat mendengar, jika Kawasan Kota Lama disebut sebagai "Little Netherland" atau Belanda Kecil oleh beberapa orang.

Mr Henk, panggilan akrab pria ini mengaku jika dirinya sama sekali tidak mempunyai perasaan kecewa, jika Kawasan Kota Lama disebut sebagai Belanda Kecil atau disama-samakan oleh orang sebagai negara kecilnya Belanda.

Hanya saja, Henk merasa jika Kota Lama Semarang adalah peninggalan sejarah yang mempunyai keindahan tersendiri dengan pesonannya yang memukau.     

"Saya rasa Kota Lama Semarang adalah Kota Semarang dan Kota Lama Semarang indah karena Semarang Kotanya yang memang indah bukan karena sesuatu yang lain," tegas Henk kepada RMOLJateng di Acara Seminar Internasional "Water As Leverage for Resilient Cities Asia" menuju Semaran Tangguh melalui Pengelolaan Air Terpadu di Gedung Moch Ikhsan Lantai 8, Pemkot Semarang, Rabu (13/3).

Bagi Henk, Kota Semarang, khususnya Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai ciri khas tersendiri dan tidak bisa disamakan dengan kota lain. Apalagi, disamakan dengan negaranya.

"Tapi Kota Semarang punya ciri khas tersendiri dengan Semarangnya dan kami sangat bangga dengan Kota Lama Semarang.  Kekuatan Kota Semarang adalah di warga masyarakatnya Kota Semarang," ujar Henk.

Henk berkeyakinan dan optimis, jika Kawasan Kota Lama Semarang akan menjadi salah satu "World Herritage" atau peninggalan sejarah dunia yang rencana akan ditetapkan pada 2020 mendatang.   

"Dan saya yakin, kekuatan itu menjadi inspirasi dan kekuatan kami untuk bekerjasama. Kerjasama itulah yang nantinya kita harapkan menjadi kekuatan bagi Kota Lama sebagai kawasan bersejarah dunia," terangnya.     
Untuk itu, Henk mengungkapkan pemerintah kerajaan Belanda sangat antusias dan mendukung program kerjasama mensupervisi dan mendorong perbaikan Kawasan Kota Lama Semarang.

Tidak hanya nantinya menjadi kebanggan warga Kota Semarang dan Indonesia namun juga kebanggan warga dunia.

"Kita juga berkolaborasi mengatasi persoalan ancaman bencana di peninggalan sejarah di Kota Lama. Pemerintah Belanda ada kerjasama dengan Kementrian PUPR, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementrian Lingkungan Belanda. Itu sudah dilakukan sejak 2016 dan itu sudah masuk dalam program pengelolaan sumber daya air di Kota Lama," ungkapnya.   

Henk menambahkan, banyak pelajaran bersejarah yang bisa dipetik dan diambil dari Kawasan Kota Lama Semarang, guna merefleksikan masa depan, terutama bagi generasi muda mendatang.

"Sangat penting, di Kota Lama, selain menjaga Kota Lama, yang kita bisa belajar dari masa lalu untuk merefleksikan di masa depan. Bagaimana supaya ancaman banjir atau air itu tidak terjadi," pungkas Henks. [jie]




Komentar Pembaca
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Kerusuhan Tanah Abang, Korban Jiwa Berjatuhan
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00