Bermodal Hutang, Pria Asal Rembang Ini Sukses Usaha Pembibitan Tanaman Hortikultural

Ekonomi  RABU, 06 MARET 2019 , 16:17:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Bermodal Hutang, Pria Asal Rembang Ini Sukses Usaha Pembibitan Tanaman Hortikultural
RMOLJateng. Hanya bermodal nekat, seorang warga Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang bernama Khumaedi (34) kini telah sukses menjadi wirausahawan mandiri. Bagaimana tidak, berbekal ilmu pengetahuan dari media sosial YouTube kini dirinya suskes berbudidaya tanaman hortikultura.

Usaha pembibitan tanaman holtikultura yang ia jalani sejak akhir 2015 silam  itu diberi nama Komunitas Anak-anak Kandang atau yang disingkat KONDANG. Nama itu diambil dari tempat bekas usaha ternak kambing miliknya.

Khumaedi menceritakan sebelum mempunyai usaha ini, ia pernah beternak kambing jenis domba yang ditempatkan di samping rumahnya yang kini dijadikan sebagai lahan pembibitan tanaman.

Hanya saja, ia menilai usaha itu lama-lama menjadi lesu. Bahkan belum bisa maksimal meraih keuntungan karena harus menunggu waktu lama untuk bisa dijual ke pembeli.

"Sebelum usaha bibit, saya ternak kambing sejak tahun 2009 hingga 2015. Tempatnya ya di sini juga. Akan tetapi pangsa pasar lesu. Sehingga saya pergi ke Banyuwangi Jawa Timur (kerja)," kata Khumaedi, Rabu (6/3).

Setelah dari Banyuwangi, ia memulai mencoba pekerjaan barunya pembibitan pada Desember 2015 dengan berbekal  hutang dari toko pertanian setempat.

"Dan memang awalnya tak punya modal sama sekali. Hanya nekat, belajar dari YouTube atau otodidak serta hutang dari tetangga. Namun hutang itu berupa bibit tanaman, bukan hutang uang," paparnya.

Setelah mendapat pinjaman bibit, lantas ia memulai penyemaian bibit itu dengan dibantu tetangganya. Bibit yang ia semai mulai dari cabai, tomat, terong, melon, semangka, mentimun dan sejenisnya. Al hasil Januari 2016, ia berhasil menjual bibit kepada pembeli.

Media yang dipakai tak ubahnya seperti bibit pada umumnya. Yakni menggunakan plastik sebagai pot yang dijadikan tempat pembibitan. Hanya saja, ia memakai plastik panjang berbentuk silinder.

"Kita memakai plastik panjang. Jika kita sebut ya sosis. Sebab bentuknya mirip sosis. Yakni kecil panjang. Dan itu nanti dipotong potong menjadi 20 potong yang bisa dijadikan pot bibit," urainya.

Pria yang beristrikan orang Flores ini memaparkan jika saat ini telah memiliki 16 orang pekerja. Sistem penggajian para pekerjanya ia berikan dengan cara borongan.

"Upahnya tergantung borongannya. Ada yang Rp200 per plastik. Jika itu yang bagian memasukan tanah liat ke plastik untuk dijadikan pot, ada yang Rp40 ribu per hari jika itu bekerja menanam bibit ke dalam pot dan ada borongan lainnya," urai dia.

Perlu diketahui, untuk saat ini pembelinya dari berbagai macam daerah mulai Tuban, Demak dan Purwodadi. Dan untuk harganya masing masing berbeda. Tomat Rp350/batang, cabe Rp250/batang, semangka Rp370/batang, melon Rp370/batang, mentimun Rp350/batang dan masih banyak lagi jenis bibit lainnya. [hen]

Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta