Dampak Penolakan 14 Anak dengan HIV/AIDS, DPRD Jateng Minta Ada Tes Kesehatan

Politik  SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 14:52:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Dampak Penolakan 14 Anak dengan HIV/AIDS, DPRD Jateng Minta Ada Tes Kesehatan
RMOLJateng. Komisi E DPRD Jawa Tengah menyoroti kasus 14 Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) yang ditolak sekolah di SDN Purwotomo Solo.

Anggota komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid menilai kasus serupa bisa terjadi di jenjang pendidikan manapun dan tidak hanya di Solo.

"Hal ini harus dibahas secaca intensif, dan harus jadi perhatian," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Gets Hotel, Selasa (19/2/2019).

Ia mengatakan, hal yang perlu dibahas adalah solusi bukan malah saling menyalahkan.

Abdul Hamid berujar dari sisi kesehatan siswa, dinas pendidikan harus terus menggandeng dinas kesehatan.

Baik untuk sosialisasi maupun pemeriksaan tes kesehatan para siswa.

"Harus ada berbagai tes kesehatan untuk siswa, tidak hanya HIV. Walaupun dirahasiakan, yang terpenting ada solusi khusus untuk masalah ini," jelasnya.

Abdul menyatakan menerima pendidikan adalah hak setiap orang di Indonesia, tidak ada diskriminasi.

Jika masalahnya orangtua murid atau pihak sekolah belum terdukasi masalah HIB/AIDS, lebih baik pemerintah menggencarkan sosialisasi tersebut.

"Apakah perlu ada pendidikan khusus untuk itu atau bagaimana, perlu dibahas lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, kasus 14 Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) yang ditolak sekolah di SDN  Solo mendapat perhatian serius Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar meminta semua pihak khususnya Pemkot Solo segera melakukan tindakan.

"Saya minta orang tua siswa yang anaknya ditolak itu segera menghadap Wali Kota Solo. Pasti tidak akan ditolak, nanti pasti diarahkan," kata Ganjar.

Menurutnya, adanya penolakan dari wali murid siswa lain di sekolah tersebut karena ketidakpahaman masyarakat mengenai penyakit HIV/AIDS.

Untuk itu, ia meminta semua wali murid didudukkan bersama dan diberi penjelasan.

"Semua wali murid yang menolak diajak duduk bersama. Dijelaskan dan diajak rembugan. Memang harus dijelaskan, apa itu HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya, bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka dan sebagainya," tegasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00