Banjir Dan Longsor Di Pantura, 11 Perjalanan KA Terganggu

Nusantara  MINGGU, 27 JANUARI 2019 , 11:26:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Banjir Dan Longsor Di Pantura, 11 Perjalanan KA Terganggu
RMOLJateng. Hujan deras mulai Sabtu (26/1) malam hingga Minggu (27/1) dini hari tadi di Jawa Tengah, mengakibatkan jalur rel PT. KAI Daop 4 Semarang, khususnya di wilayah Pantura terjadi banjir dan longsor.

Akibatnya, sebanyak 11 rangkaian KA baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya yaitu dari arah Surabaya mengalami gangguan perjalanan. 

"Banjir terjadi antara Stasiun Batang - Ujungnegoro di tepatnya di jalur rel KA KM 76 +1/8 dan longsor terjadi antara Stasiun Kuripan - Plabuhan di jalur KA KM 54 + 3/4," ujar Manajer Humas PT.KAI Daop 4 Krisbiyantoro kepada RMOLJateng, Minggu (27/1).

Menurutnya, banjir diketahui awal oleh masinis KA berloko 2722B yang mengangkut semen sekira pukul 23.42 WIB di KM 76+1/8 petak jalan Batang-Ujungnegoro.

"Untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan, di KM tersebut dijaga Petugas Jalan Rel dan Jembatan (PJJ) guna memantau perkembangan," tegasnya.

Krisbiyantoro mengungkapkan, berdasarkan pantauan sekira pukul 00.20 WIB di petak jalan Batang -Ujungnegoro km 76+0/4 dan km 76+1/8  jalur hulu (arah surabaya) dinyatakan tidak bisa dilewati untuk operasional KA. 

Hal itu disebabkan karena rel terendam air sedalam 50 cm diatas kop rel dan sekira pukul 02.28 WIB, jalur hilir ada gogosan sebanyak empat titik sepanjang kurang lebih empat meter.

"Dengan kondisi tersebut, perjalanan sebanyak 11 rangkaian KA terganggu, antara lain KA dari arah Barat; KA 48 (KA Sembrani) berhenti di Stasiun Batang," tambahnya.

Direktur Operasional PT KAI (Persero) Slamet Suseno menginstruksikan untuk menginformasikan kepada penumpang yang ada di 11 KA yang mengalami gangguan perjalanan tersebut.

"Sehubungan terjadi banjir dan longsor, kondisi lalu lintas pantura juga banjir dan macet sehingga operasional perjalanan KA dialihkan rutenya dengan "jalan memutar" melalui Tegal, Purwokerto, Jogya, Solo, Kedungjati, Brumbung, Semarang dan sebaliknya.

"Setelah membaik, sekira pukul 03.05 WIB ketinggian air di km 76+2/4 surut menjadi 23 cm dari kop rel. Kemudian sekira pukul 04.13 WIB ketinggian air menjadi 20 cm dari kop rel dan sekira pukul 04.39 WIB di KM 76+2/6 ketinggian air jalur hulu dan hilir surut menjadi 5 cm di atas kop rel," tegas Slamet.

Selain banjir, Slamet menambahkan, longsor juga terjadi sekira pukul 03.30 WIB di jalur KA KM 54+3/4, tepatnya di petak jalan Kuripan-Plabuan dan menutupi jalur KA sepanjang 20 m, lebar 5 m, tinggi 1,5 m, dengan prediksi penyelesaian 4 jam. Kemudian sekira pukul 08.20 WIB KM 54+400 jalur hulu dapat dilalui KA namun hanya dengan kecepatan 5 km/jam.

Lalu, di KM 71 jalur KA hulu dapat dilalui dengan kecepatan 40 km/jam, di KM 76 jalur KA hulu ditingkatkan menjadi 60 km/jam dan di KM 76 jalur hilir masih proses perbaikan gogosan. 

"Beberapa Kereta Api lintas Semarang - Tegal bisa tetap beroperasi, hanya pada petak jalan antara sta Ujungnegoro - Batang dan sta Kuripan - Plabuhan menggunakan satu jalur saja," pungkas Slamet. [jie]





Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00