Tabligh Akbar PA 212 Tetap Digelar Meski Tanpa Panggung

Nusantara  MINGGU, 13 JANUARI 2019 , 09:00:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Tabligh Akbar PA 212 Tetap Digelar Meski Tanpa Panggung

Polisi berjaga di lokasi sejak kemarin/RMOL Jateng

RMOLJateng. Gelaran acara Tabligh Akbar PA 212 di Gladak Solo, tepatnya beberapa meter sebelah barat Patung Slamet Riyadi digelar tanpa adanya panggung untuk Tausyiah para pembicara termasuk Koordinator Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dijadwalkan hadir.

Panitia acara Tabligh Akbar PA 212, Endro Sudarsono tegaskan meski acara berlangsung tanpa adanya panggung pihaknya tetap menyediakan mobile sound untuk para pembicara.

"Karena pembangunan panggung dilarang, akhirnya kita siapkan mobile sound untuk para pembicara," jelasnya kepada RMOLJateng, Minggu (13/1).

Disampaikan Endro, alasan pelarangan pendirian panggung karena bertentangan dengan Perda no 1 tahun 2013 tentang perhubungan. Panitia  sendiri sebelumnya sudah memberikan pemberitahuan tertulis terkait acara tersebut  kepada Polri dan prosedur ini pun sudah dilakukan ke Polsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta, Polda Jateng, Dishubkominfo dan Kesbangpol Solo.

Pihak panitia telah menjelaskan bahwa Undang undang no 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di muka umum, menjelaskan bahwa, penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan di tempat-tempat umum, kecuali :

1. di lingkungan istana kepresidenan

2. tempat-tempat ibadah

3. instansi militer

4. rumah sakit

5. pelabuhan udara atau laut

6. stasiun kereta api

7. terminal angkutan darat

8. objek-objek vital nasional

9. pada hari besar nasional seperti :

Tahun Baru, hari Raya Nyepi, hari Raya Isa Al Masih, Isa Mi’raj,  Kenaikan Isa Al Masih, hari Raya Waisak, hari Raya Idul Fitri, hari Idul Adha, Maulid Nabi, 1 Muharam/1 Suro, hari Natal dan 17 Agustus juga hari Imlek.

"Artinya bahwa lokasi di barat patung Slamet Riyadi bukanlah termasuk dalam zona larangan penyampaian pendapat dimuka umum. Panitia menyakini bahwa perda manapun dan dimanapun tidak boleh bertentangan dengan undang-undang," pungkasnya. [jie]

Komentar Pembaca
Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 16:17:00

Pembukaan Museum OHD Magelang

Pembukaan Museum OHD Magelang

SABTU, 26 JANUARI 2019 , 17:25:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00