Pos Jaga Tentara Jepang Ditemukan Di Area Tambang

Budaya  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 16:24:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Pos Jaga Tentara Jepang Ditemukan Di Area Tambang
RMOLJateng. Sebuah situs peninggalan sejarah berbentuk pos penjagaan ditemukan di daerah perbukitan Sidomoro, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.

Bangunan berbentuk kotak ini, dilihat dari bahan bangunannya sudah berbentuk modern karena ada rangka besi di dalamnya. Terdapat dua jendela kecil dan satu pintu. Pintu dan satu jendela menghadap ke arah Samudera Indonesia (laut selatan), jendela satu menghadap ke arah perbukitan.

Dari lokasi benteng pendem, demikian warga dan pekerja menyebutnya, terlihat jelas Samudera Indonesia dan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Situs ini ditemukan oleh seorang operator pertambangan batu andesit sekira seminggu yang lalu. Humas PT Sekawan Bayu Perkasa (SBP) Teguh Imam Waluyo Jati mengatakan, di lokasi proyek Bukit Bapangsari awal mulanya tidak mengira jika di daerah tempatnya bekerja tersebut akan ditemukan bangunan bersejarah.

"Saat menambang batu, mesin operator kami kengenai benda semacam cor-coran, kemudian ami bersihkan. Jadilah bentuk seperti pos jaga ini," ungkap pria berambut pirang ini di lokasi benteng pendem.
"Kami tidak tahu (bangunan tersebut) dibangun jaman kapan, kemungkinan saat jepang," katanya.

Pihak PT BSP sudah melapor dan mengonsultasikan penemuan mereka ke Dinas ESDM Purworejo, mereka disarankan membuat laporan kepada Gubernur Jawa Tengah, melalui Dinas ESDM. PT BSP segera menghentikan kegiatan di sekitar area benteng pendem seluas kurang lebih 500 m2.

Pengkaji Pelestarian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng, Wahyu Broto Raharjo, SSos, MHum yang hari ini (11/1) mendatangi lokasi mengatakan benteng tersebut merupakan salah satu benteng berbentuk leter P yang jumlahnya ada beberapa di kawasan perbukitan tersebut.

"Dilihat dari bentuknya ini merupakan pos jaga. Ada dua jendela, menghadap ke laut selatan yang satunya menghadapsisi lain. Kemungkinan untuk berkomunikasi dengan pos lain yang searah dengan jendela," kata Wahyu.

Dilihat dari konstruksinya, ada cor besi merupakan konstruksi Jepang yang diperkirakan dibangun tahun 1942 atau 1943. Bangunan tersebut menurut Wahyu, sebenarnya bukan pos yang sengaja dipendam, kemungkinan terkubur karena longspran tebing di belakangnya.

"Penampakan terpendam bisa kita lihat dari dalamnya, banyak tanahnya sehingga tidak bisa dimasuki serta penampakan akar di jendela. Panjang total 495 cm lebar 302 cm tinggi 218cm. Lebar jendela masing-masing 25 cm dan lebar pintu 70cm, tinggi pintu 172 cm," katanya.

Bangunan tersebut masuk dalam kriteria cagar budaya karena berusia lebih 50 tahun. Memiliki nilai penting bagi sejarah, waktu itu laut selatan Jawa dijadikan back door (pertahanan) oleh Belanda. Belanda yakin musuh akan masuk ke Pulau Jawa melalui laut utara. Memang benar, Jepang datang dari arah tersebut. Kemudian, Jepang mengubah arah pertahanan karena memperkirakan serangan dari selatan.

Sehingga dibangunlah banyak pos penjagaan yang menghadap ke arah Samudera Indonesia. Tahun 2009 data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng mencatat ada delapan bangunan benteng pendem. Sedangkan, data pada Kabid Kebudayaan Kabupaten Purworejo, 15 benteng.
Wahyu juga meminta meminta agar areal benteng pendem disterilkan dari kegiatan penambangan sambil menunggu tindak lanjut dari dinas terkait tentang bangunan tersebut. [hen]




Komentar Pembaca
Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

Foto: Kapal Panorama Nusantara Terbakar

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 16:17:00

Pembukaan Museum OHD Magelang

Pembukaan Museum OHD Magelang

SABTU, 26 JANUARI 2019 , 17:25:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00