Proyek Pembangunan RSUD Ungaran Tahap 2 Molor

Pemerintahan  SENIN, 07 JANUARI 2019 , 18:14:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Proyek Pembangunan RSUD Ungaran Tahap 2 Molor
RMOLJateng. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran molor, proyek dengan nilai anggaran hingga Rp.44,4 milyar harusnya selesai pada 29 Desember 2018, hingga kini masih banyak kekurangan.

"Sejumlah pekerjaan tampak tidak sesuai harapan, yang paling parah, pada pekerjaan Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP) buruk sekali,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Resa Haribowo ST, usai melakukan sidak proyek pembangunan RSUD Ungaran tahap II, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (7/1)

Menurut Reza meski saat ini proyek memasuki tahap finishing, namun kenyataannya pekerjaan MEP ini progresnya masih cukup berat untuk mencapai 100 persen. Selain itu beberapa bagian pekerjaan bangunan berlantai tujuh ini juga tidak memuaskan.

"Contoh yang ada di depan mata misalnya sambungan antara lantai dengan escalator yang masih sangat menganga karena ada rongga. Karena lantai dua ini nantinya merupakan ruang rawat jalan dipastikan juga banyak anak- anak, sehingga bisa membahayakan," tambahnya.

Selain itu tangga darurat dari basement ke lantai satu dan lantai satu ke lantai dua bahkan progresnya masih jauh. Untuk bisa mencapai progres 100 persen tentu masih membutuhkan banyak waktu.

"Jika mengacu pada perencanaan seharusnya progres ini bisa diselesaikan tepat waktu. Namun apa permasalahannya penyelesaian pembangunan tahap II ini bisa meleset dari jadwal. Catatan kami Basement, lantai 1 hingga lantai 3 masih mengecewakan,” ungkap Resa.

"Kita buat laporan ke pimpinan DPRD tindak lanjutnya seperti apa, dan dimungkinkan masih akan ada rapat koordinasi lagi dengan pihak rumah sakit,” pungkas Resa.

Direktur RSUD Ungaran, Setya Pinardi yang dikonfirmasi membenarkan jika progres penyelesaian pembangunan RSUD Ungaran meleset. Karena pekerjaannya memang belum selesai dan beberapa juga masih butuh penyempurnaan, termasuk beberapa hal yang menjadi catatan Komisi D DPRD Kabupaten Semarang.

"Setelah tidak dapat menyelesaikan sesuai tanggal 29 Desember 2019, pihak kontraktor konsekuensinya dikenakan denda," ujarnya.

"Berdasarkan penjelasan pihak kontraktor, salah satu keterlambatan ini disebabkan oleh pengerjaan Alumunium Composit Panel (ACP). Karena material ACP ini harus diimpor atau datangkan dari luar negeri," jelas Pinardi.

Karena ACP ini menggunakan material ACP yang khusus untuk bangunan rumah sakit. Sedangkan beberapa waktu lalu pengirimannya sempat terlambat, sehingga juga mempengaruhi waktu pengerjaan pemasangan.

"Persoalan ini memang di luar kemampuan kontraktor, karena masih ada pihak ketiga yang khusus mensuplai material tersebut, kendati pihak kontraktor sendiri sudah berupaya menekan agar pengirimannya dipercepat," tambahnya. [jie]

Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00