Penyegelan 15 Lapak PKL Taman Indonesia Kaya Karena Ada Indikasi Diperjualbelikan

Ekonomi  SENIN, 07 JANUARI 2019 , 18:00:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Penyegelan 15 Lapak PKL Taman Indonesia Kaya Karena Ada Indikasi Diperjualbelikan
RMOLJateng. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengungkapkan, selain sudah selama sekitar dua bulan tidak ditempati, upaya penyegelan di lakukan pihaknya karena tersebar informasi jika belasan Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) akan diperjualbelikan oleh oknum tertentu.

"Ada indikasi diperjualbelikan, Dinas Perdagangan Kota Semarang segel 15 shalter Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Indonesia Kaya. Ada informan yang melaporkan ke kami, bahwa ada praktik jual beli shalter di shelter Taman Indonesia Kaya. Oleh karena itu, sebelum itu terjadi kami lakukan penyegelan terhadap 15 kios yang diduga akan diperjualbelikan," tegas Fajar Purwoto kepada RMOLJateng Senin (7/1) beberapa saat lalu.

Fajar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihaknya, besaran harga satu shelter untuk disewa selama satu tahun nilainya mencapai Rp 40 juta.

"Ada yang melapor, bahwa dia disuruh menyewa setahun Rp 40 juta. Sebelum itu terjadi kami cek dan kami langsung melakukan penyegelan," ungkap Fajar.

Fajar mengaku kecewa dengan informasi yang diterimanya tersebut. Pasalnya, pihak Pemkot Semarang sudah bersusah payah menyediakan 57 Lapak PKL sekitar Taman Indonesia Kaya dengan menggandeng Bank Jateng yang menghabiskan dana hampir Rp 1 miliar namun tidak ditempati malah mau diperjualbelikan.

"Kami kecewa, lantaran kami sudah memberikan sikap kepedulian dan perhatian kepada mereka namun sebagian pedagang malah ingin memperjualbelikan lapak tersebut," ujar Fajar.

Fajar menyatakan jika dalam batas waktu hingga Senin (14/1) depan tidak lagi kembali ditempati untuk berjualan, maka pihaknya akan mencabut ijin ke-15 Lapak PKL sekitar Taman Indonesia Kaya tersebut.

"Kami beri batasan waktu hingga hari senin (14/1). Jadi jika sampai satu minggu ini belum juga ditempati, kami akan langsungmelakukan penyegelan secara permanen dan kami akan berikan shelter itu ke pedagang lain yang benar-benar ingin berjualan," pungkas Fajar. [jie]





Komentar Pembaca
Pendukung OSO Demo KPU

Pendukung OSO Demo KPU

SENIN, 21 JANUARI 2019 , 15:00:00

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

SENIN, 21 JANUARI 2019 , 13:00:00

BENANG MERAH (EPS.164): Jokowi Main Bumerang, Prabowo Banyak Nahan
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00

Perayaan Malam Natal 2018 Di Kota Semarang

Perayaan Malam Natal 2018 Di Kota Semarang

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:21:00