Tradisi Rutin Kraton Solo Untuk Keselamatan Negeri

Melihat Gelaran Wilujengan Nagari Mahesa Lawung

Budaya  SENIN, 07 JANUARI 2019 , 16:14:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Tradisi Rutin Kraton Solo Untuk Keselamatan Negeri
RMOLJateng. Tradisi adat Keraton Solo dengan menggelar upacara adat Mahesa Lawung digelar hari ini, Senin (7/1).

Biasanya upacara Mahesa Lawung jatuh setiap Senin atau Kamis pada akhir Jumadilakhir atau Rabiulakhir sesuia kalender Jawa (kalender Sultan Agung).

Puluhan abdi dalem keraton Solo membawa nampan berisi aneka makanan seperti ayam, bunga, dan lain-lain. Abdi dalem dan kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dikomandani Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo menggelar upacara adat Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang dilakukan di Alas Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar.  

Pangageng Pariwisata Kraton Solo, KPA Satrio Hadinegoro mengatakan, acara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung ini sudah ada sejak jaman Mataram.  Kegiatan ini rutin dilakukan sampai saat ini dan tidak pernah sekalipun pihak keraton 'meniadakan' meski hanya sekali.

Menurutnya, ritual menanam kepala kerbau sebagai simbol membuang sifat buruk manusia yakni merujuk istilah bodo longa-longo koyo kebo. Kerbau itu simbol kebodohan. Ini ada sejak zaman dahulu (Mataram) upacara yang rutin setiap tahun. Dengan simbol membuang sifat buruk manusia  melalui penguburan kepala kerbau dan isi perutnya (jerohan)," jelas KPA Satrio Hadinegoro kepada media,  Senin (7/1).

Diawali dengan GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) meminta pada para abdi dalem untuk menggelar upacara adat Mahesa Lawung. Selanjutnya pemuka adat Kraton Solo yang diawali dengan dengan membaca doa sebelum akhirnya sesaji berupa makanan dan kepala kerbau beserta jaerohannya akan dibawa ke Alas Krendhowahono.

KPH Satrio melanjutkan, kerbau yang digunakan juga bukan sembarang kerbau namun memiliki persyaratan khusus. Diantaranya kerbau jantan masih perjaka, belum dipekerjakan dan sudah memiliki tanduk.

Selanjutnya sesaji dibawa ke alas Krendhowahono yang jaraknya sekitar 15 kilo meter dari Keraton Solo. Sesaji kepala kerbau bujang ini dikubur di area tak jauh dari pepunden. Acara ditutup dengan acara kenduri atau menikmati makanan bersama-sama seluruh masyarakat yang hadir. [hen]

 

Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00