Pameran Tunggal, Hartono Sajikan Kidung Zaman

Budaya  RABU, 12 DESEMBER 2018 , 18:47:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Pameran Tunggal, Hartono Sajikan Kidung Zaman
RMOLJateng. Pelukis kenamaan Semarang, S. Hartono menggelar pameran tunggal bertajuk ‘Kidung Zaman’ terilhami oleh situasi yang terjadi belakangan ini. Pameran digelar di Museum Ranggawarsita tersebut mulai hari ini berlangsung hingga 14 Desember besok.

Hartono mengungkapkan, pameran Kidung Zaman sebagai judul pameran lukisan bermakna sejumlah wujud sosialisasi sebagai proses responsif terhadap potensi lokalitas dalam konteks kekinian.

Menurutnya, sebagai penanda kegiatan, titik pameran hanyalah salah satu di antara penanda lain dalam ruang estetis.

Berangkat dari pemikiran sederhana itulah, Kidung Zaman menanda keanekaragaman gagasan, meski segaris warna, sebait kata dan senada suara sebagai titik peristiwa dan ruang dialogis ‘untuk dan dari siapapun’ dalam proses kebudayaan di negeri tercinta, Indonesia,” kata dia, Rabu (12/12).

Lebih jauh, Hartono menambahkan bergerak dari ruang dan waktu yang bersifat fisik ke arah ruang imajinasi, ruang gaib, melintas ke ilahiah. Keadaan itu merupakan pergerakan kesadaran hidup yang semakin matang.

''Bertambahnya usia dan pengalaman psikologis, sosial, budaya, yang diperolehnya. Sekalipun lukisannya dapat dibaca dan bersifat naratif, tampak jelas semakin bergeser ke luar dari bingkai modernisme,'' ungkapnya.

Terpisah, Guru Besar Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang, Tjetjep Rohendi Rohidi, mengatakan lukisan yang diciptakan Hartono berkembang ke arah lebih subtil, dengan mempertautkan pada bentuk-bentuk simbolik kebudayaan lokal.

Hal itu menjadi pemahaman dan pengetahuan budayanya dan sikap nasionalismenya. Sikap yang sering ditunjukkannya untuk menerima keanekaragaman bentuk dan pemikiran. Kemerdekaan dalam semangat persatuan,

Awal pemahamannya adalah pembentukan realistik. Lukisan yang menunjukkan tema sosial berada dalam pertautan manusia dengan alamnya, dengan manusia lainnya, serta hasil pekerjaannya,” terang dia.

Tjetjep menambahkan, lukisan Hartono yang bergerak dari aspek manusia dan hubungannya dengan alam fisik. Menurutnya, lukisan lainnya juga menuju ke arah tema yang lebih bersifat simbolik.

Dalam hubungannya dengan alam gaib dalam kepercayaan lokalnya, dan bersifat ilahiah,'' tuturnya,” pungkas dia. [hen]

Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00