Sistem Penilain Pada Tes SKD CPNS

Opini  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 09:54:00 WIB

Sistem Penilain Pada Tes SKD CPNS

Ilustrasi/net

TES CPNS merupakan salah satu penentu bisakah orang itu mengabdi untuk negeri atau tidak. Para calon PNS ini harus menempuh beberapa tes, salah satunya yaitu tes SKD, Setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Pada tahun 2018 ini para calon PNS ini ternyata sedikit sekali yang lolos dari tahap SKD sehingga kepanitian CPNS harus memutar otak bagaimana bisa untuk memenuhi formasi yang ternyata masih kosong karena banyak dari para peserta yang mengambil formasi itu banyak yang tidak lolos di tahap SKD.

Yang lolos pada SKD hanya sekitar 3%-10% dari 3.627.981 orang yang memverifikasi di http://sscn.bkn.go.id, setelah tes SKD selesai para pendaftar CPNS ini mempermasalahkan passing grade yang terlalu tinggi.

Padahal pada tahun 2017 passing grade sama seperti tahun ini yaitu TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): 75, TIU (Tes Intelegensi Umum): 80, TKP (Tes Karakter Pribadi): 143.

Ini yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan peraturan baru tentang lolos atau tidaknya peserta. Dan kebanyakkan para peserta yang tidak lolos karena skor di TKP (Tes Karakter Kepribadian) yang tidak mencapai passing grade.

Tidak lolosnya peserta disebabkan mereka tidak dapat memenuhi passing grade atau nilai ambang batas yang ditentukan panitia seleksi CPNS tahun ini. Di beberapa daerah memang hanya sedikit peserta SKD yang dapat memenuhi passing grade.

Seperti diketahui, kriteria penetapan kebutuhan CPNS 2018 diatur melalui Peraturan Menteri (Permen) Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) Mudzakir menyampaikan, adanya penetapan nilai ambang batas merupakan hasil dari pembahasan panitia seleksi nasional CPNS dengan anggota berbagai kementerian atau lembaga.

Jika standar dari TKP sejumlah 143, maka orang tersebuta memiliki kepribadian yang baik, karena dalam bekerja pun seseorang harus memiliki karakter kepribadian yang baik, sehingga mengurangi kecurangan dan seseorang tersebut bisa bertanggung jawab dengan pekerjaanya.

Jika para peserta yang tidak lolos merasa bahwa kepribadiannya baik tapi kenapa mendapat skor rendah, mungkin karena mereka tidak memikirkan teknik yang pas dalam pengerjaan tes SKD tersebut.

Misalkan saat tes mereka mengerjakan TKP terlebih dahulu lalu TWK dan terakhir TIU, dan jika masih memiliki waktu yang cukup peserta dapat mengecek soal menurut mereka jawabannya masih ragu dan mimikirkannya ulang.

Untuk mengatasi formasi yang kosong pemerintah mengeluarkan peraturan yang mana menggunakan sistem rangking untuk formasi yang kosong saja. Ini merupakan langka bagus yang di ambil pemerintah, karena jika dalam formasi itu kosong maka kementrian dan instansi pemerintah yang formasinya kosong karena tidak ada peserta yang lolos di tahap SKD ini akan kesusahan dalam menjalankan tuganya karena kekurangan pegawai. Cara ini dinilai cara yang adil untuk meloloskan beberapa peserta yang memiliki nilai yang tertinggi di formasinya yang kosong namun tidak lolos dalam passing grade tes SKD. [***]

Muhammad Afif Nashrullah
Mahasiswa UNNES Semarang

Komentar Pembaca
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00