SKM Amanat Akan Gelar Launching Majalah Soeket Teki Dan Dialog Sastra

Budaya  MINGGU, 02 DESEMBER 2018 , 20:14:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

SKM Amanat Akan Gelar Launching Majalah Soeket Teki Dan Dialog Sastra
RMOLJateng. Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk kali pertama akan menggelar Launching Majalah Sastra Soeket Teki dan Dialog Sastra pada 6 Desember 2018 mendatang.

Acara yang dikemas dalam dialog tersebut rencananya akan berlangsung di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Semarang.

Launching majalah ini disertai forum dialog tentang sastra bersama sastrawan terkenal. Terbuka untuk mahasiswa dan umum,” kata ketua panitia, Mohammad Azam melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/12/2018).

Menurut Azam, dalam peluncuran tersebut, Amanat  akan mengenalkan kembali majalah sastra Soeket Teki sekaligus meluncurkan aplikasi amanat.id yang resmi berganti nama dari skmamanat.com menjadi amanat.id pada Workshop SKM Amanat Minggu (11/11/2018) lalu.

Azam juga menuturkan, akan menghadirkan dua narsumber yang berkompeten di bidang sastra. Diantaranya, Ahmad Tohari, sastrawan Indonesia. Karyanya, novel berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari.

Kemudian, Amanat juga menghadirkan Triyanto Triwikromo yang pernah menjadi tokoh seni pilihan Tempo tahun 2015.

Sementara, Pemimpin Umum SKM Amanat, Fajar Bahruddin Achmad, kedua sastrawan tersebut dipilih karena keduanya merupakan sastrawan yang karya prosanya bergenre humanis.

Sudah tentu, ketika berbicara karya sastra tentu akan berbicara pesan. Pesan apa yang akan disampaikan pada si pembaca. Selain itu, untuk mengenalkan pada generasi millenial, tokoh sastrawan yang perlu mereka katahui,” kata Fajar.

Tak hanya itu, peserta juga akan diajak berdiskusi mengenai sastra bersama kedua narasumber tesebut dalam sesi tanya jawab.

Harapannya, forum bisa lebih komunikatif. Apalagi dalam sesi tanya jawab, peserta secara bebas dapat bertanya dan mendiskusikan mengenai perkembangan kesusastraan saat ini,” tambahnya.

Terkait pemilihan tema, Fajar menuturkan lebih lanjut, acara tersebut mengangkat tema "Apa Kabar Kesusastraan Indonesia" lantaran melihat keberadaan sastra dewasa ini yang tidak tahu ke mana arahnya.

Menurutnya, karya-karya sastra era sekarang hanya berorientasi pada kepentingan pasar tanpa melihat eksistensi sastra yang memiliki tujuan kemanusiaan. [jie]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00