Dipecat Partai, Ini Pernyataan Sovan Haslin Pradana

Politik  MINGGU, 02 DESEMBER 2018 , 09:03:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Dipecat Partai, Ini Pernyataan Sovan Haslin Pradana

Sovan Haslin Pradana/RMOL Jateng

RMOLJateng. Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Sovan Haslin Pradana menilai jika pemecatanya oleh DPD Partai Amanat Nasional (PAN) pada awal Mei 2018 lalu tidak sesuai prosedur dan sepihak.

Pasalnya, sebelum dipecat dari PAN, dirinya mengaku sama sekali pengurus PAN Kota Semarang tidak mengundang dirinya untuk mengupayakan proses klarifikasi terkait beberapa tudingan miring terhadap dirinya.   

"Catatan saya belum dipenuhi oleh partai yaitu lewat Mahkamah Partai dan saya masih merasa sangat didzolimi karena surat peringatan pertama, kedua dan ketiga itu menurut saya tidak sesuai on the track. Di AD/ART paprol manapun itu menjelaskan surat peringatan  pertama, kita harus bisa memberikan klarifikasi partai," tegas Sovan kepada RMOLJateng, Sabtu (1/12).

Sovan membeberkan, jika pada proses awal pemberian surat peringatan pertama terkait pemecatanya, dirinya sama sekali tidak diundang untuk diklarifikasi beberapa persoalan yang dijadikan dasar menerbitkan surat peringatan pertama. Kemudian dirinya sangat kaget muncul peringatan kedua dan ketiga.

"Surat peringatan pertama saya harus mengajukan hak jawab dan hak klarifikasi saya kepada DPD PAN Kota Semarang tapi belum adanya proses itu, saya sudah diberi peringatan kedua. Surat peringatan kedua, saya juga seharusnya dipanggil ke DPD untuk  memberikan hak jawab saya. Itu belum dipanggil ke DPD sudah muncul lagi peringatan ketiga," bebernya.

Sovan juga menilai jika pemecatanya sepihak, selain memberikan surat peringatan kedua dan ketiga tidak dilakukan klarifikasi kepada dirinya, tiba-tiba rapat harian DPP PAN tanpa melibatkan Mahkamah Partai di DPP PAN memutuskan pemecatan dirinya.  

"Surat peringatan ketiga muncul, harusnya disitu saya dipanggil ke Mahkamah Parpol dan disitu saya memberikan hak jawab saya dan akhirnya partai itu bisa memutuskan saya dipecat atau tidak. Tapi, mekanisme semua itu dihilangkan oleh PAN, rapat pengurus harian DPP yang harusnya bisa memecat saya melalui Mahkamah Partai tapi melalui rapat harian DPP saja saya bisa dianggap dipecat," ujar Sovan.

Merasa dirugikan dan didzolimi, Sovan akhirnya melayangkan gugatanya ke Pengadilan Negeri Semarang. Namun, dalam proses gugatan yang menurutnya masih dalam tahap putusan sela dan dianggap pengurus PAN putusan akhir, gugatannya ditolak atau dianggap prematur karena keputusan pemecatan belum melalui Mahkamah Partai. 

"Saya juga harus mengetahui pasti secara hukum saya berjalan seperti apa. Tapi kalau proses ini ternyata sudah saya ambil dan dikembalikan ke saya, karena prematur maka saya harus menempuh ke Mahkamah Partai baru saya ke PN untuk diproses secara hukum dan berlaku di negara ini. Gugatan saya tidak dapat diterima dikarenakan gugatan saya dianggap masih prematur. Yang pada dasarnya Undang-undang partai politik di tahun 2011, saya harus memenuhi mekanisme Mahkamah Partai Politik (Mahkamah Parpol) dulu," pungkas Sovan. [jie]





Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00