Jual Berlian Palsu Pasutri Ditangkap Polisi

Hukrim  JUM'AT, 30 NOVEMBER 2018 , 18:04:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Jual Berlian Palsu Pasutri Ditangkap Polisi

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Petugas unit Reskrim Polsek Semarang Timur berhasil menangkap  pasangan suami-istri (Pasutri) asal Kalimantan bernama Suparman (57) dan Muzilah (49)  atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Keduanya menggunakan sebuah batu kaca yang dibentuk menyerupai berlian dan diakui telah ditaksir orang senilai Rp 80 miliar. Berbekal berlian palsu tersebut keduanya berhasil menipu seorang pengusaha alat musik di Kota Semarang.

Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari korban bernama Gabby pada tanggal 3 November 2018 lalu. Pada saat itu juga dilakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua tersangka di Hotel Patimura Semarang beserta barang bukti batu kaca mirip berlian.

"Setelah digeledah ditemukan barang yang katanya berlian senilai Rp 80 miliar. Begitu dicek di pegadaian ternyata benda tersebut hanya kaca yang dibentuk seperti berlian," ungkap Agil saat memberi keterangan di Mapolsek Semarang Timur, Jum'at (30/11)

Agil menambahkan, peristiwa tersebut berawal dari perkenalan tersangka dengan korban di sebuah toko alat musik milik korban. Saat itu tersangka merupakan pelanggan yang sedang membeli alat musik untuk kemudian disewakan di Kalimantan.

Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2018, tersangka mengaku memiliki berlian yang sudah ditaksir oleh seseorang seharga Rp 80 miliar. Cerita tentang berlian tersebut juga dibumbui tersangka dengan kisahnya yang memiliki perusahaan pendulangan berlian di Kalimantan. Padahal kenyataannya berlian palsu tersebut tidak pernah ada yang menawar sampai Rp 80 miliar.

"Tersangka ini bilang ke korban kalau belum sempat bertemu dengan penawar berlian itu. Tersangka juga mengaku memiliki pendulangan. Korban dijanjikan akan dijadikan agen dan tersangka memastikan akan menjual berlian yang kecil kepada korban dengan nilai total mencapai Rp 300 juta," imbuhnya.

Sebelum semua barang dan uang terkirim, tersangka meminta uang muka terlebih dahulu senilai Rp 7,5 juta. Uang muka tersebut diminta dalam beberapa kali kesempatan.

"Sempat minta uang muka dalam beberapa kali bagian. Mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta dan juga beberapa alasan untuk memperbaiki alat pendulang yang rusak," kata Agil.

Sementara itu dari  hasil pemeriksaan, tersangka sudah beraksi lebih dari sekali. Satu kali beraksi di Kota Semarang dan satu kali di Kalimantan.

Sementara itu, tersangka Suparman mengaku baru sekali beraksi. Uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk membeli alat musik.

"Uangnya habis buat beli alat musik. Di Kalimantan punya persewaan alat musik, seperti organ, dan lainnya," terang Suparman.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pasutri asal Kalimantan tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Barang bukti yang disita antara lain batu kaca yang dibentuk seperti berlian, selembar kuitansi dan beberapa lembar bukti serah terima bermaterai. [jie]





Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

Uji Emisi Gratis

Uji Emisi Gratis

SELASA, 23 APRIL 2019 , 15:59:00