Normalisasi Banjir Kanal Timur, PKL Barito Hari Ini Boyongan Ke Terminal Penggaron

Ekonomi  KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 , 09:06:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Normalisasi Banjir Kanal Timur, PKL Barito Hari Ini Boyongan Ke Terminal Penggaron
RMOLJateng.  Sekitar 125 Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel akan melakukan boyongan sebagai tanda kepindahan mereka ke tempat baru yaitu di Pasar Barito Baru Terminal Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (22/11).

Rencana boyongan merupakan kesepakatan bersama antara perwakilan PKL dan stakeholder. Stakeholder itu di antaranya Polsek Semarang Timur, Koramil, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Perwakilan Paguyuban PKL Karangtempel Suwardi mengungkapkan bersedia direlokasi ke Penggaron karena hal sudah menjadi kebijakan pemerintah. Namun, dirinya meminta waktu agar para PKL dapat menyelesaikan pembangunan kios yang dilakukan secara swadaya.

"Tetap boyongan tapi secara simbolis. Namun kami minta waktu untuk memindahkan barang dan menyelesaikan pembangunan kios. Saat ini baru sekitar 50 persen pembangunannya. Jadi belum bisa langsung ditempati," kata Suwardi, usai mengikuti rapat di Kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Suwardi mengakui jika pembangunan kios PKL tidak bisa cepat selesai. Alasannya, para PKL harus mengeluarkan dana pribadi untuk membangun kios masing-masing. Setidaknya, setiap PKL harus merogoh kocek rata-rata Rp 15 juta.

Padahal, saat ini pendapatan PKL kurang menentu seiring proses relokasi seluruh PKL Barito karena adanya normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

"Selain itu, kami juga meminta Dinas Perdagangan untuk segera melengkapi fasilitas pasar. Di antaranya air, listrik dan akses jalan. Pasalnya, saat ini akses jalan belum ada sehingga kendaraan pengangkut bahan material untuk pembangunan sulit masuk lokasi. Jalan keluarnya belum jadi. Mau bangun kios juga sulit karena kendaraan sulit masuk. Tapi mau gimana lagi, itu tempat yang sudah disediakan oleh dinas," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dari total 648 PKL di Kelurahan Karangtempel, akan dibagi dua tempat untuk relokasi mereka. Yaitu ke Pasar Barito Baru sekitar 125 PKL dan Pasar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sekitar 440 PKL.

"Mulai hari ini, kita boyongan untuk PKL yang ke Penggaron. Rencananya yang ke MAJT akan boyongan 28-29 November mendatang. Proses boyongan ini sebagai upaya percepatan relokasi seluruh PKL Barito di bantaran Sungai BKT. Sehingga ditargetkan pada awal Desember mendatang, bantaran Sungai BKT sudah bersih dari bangunan kios PKL dan hunian," ujar Fajar.

Fajar menjelaskan,  terkait dengan ketersediaan aliran listrik dan air, yang terpenting pedagang saat ini sementara menempati Pasar Barito Baru di Penggaron terlebih dahulu.

"Semua fasilitas itu akan kita penuhi, sambil berjalan yang terpenting saat ini pedagang adar segera menempati lapak terlebih dahulu," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00