Proyek Talud Dalam Proses Pengerjaan Digempur, Pelaksana Lapor Polisi

Hukrim  SELASA, 20 NOVEMBER 2018 , 14:54:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Proyek Talud Dalam Proses Pengerjaan Digempur, Pelaksana Lapor Polisi

Foto/ist

RMOLJateng. Imbas dari aksi  penggempuran proyek talud di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri oleh beberapa warga,   pelaksana proyek dari PT Rahmandanu Abadi Jaya,  melaporkan kasus itu ke Polres Sragen, Senin (19/11/2018) malam.

Pelaksana proyek, Agus Triyono (48) warga Sukotirto RT 45, Puro, Karangmalang didampingi kuasa hukumnya Amriza Khoirul Fachri dari Sukowati Law Office melaporkan kejadian pengrusakan tersebut ke Polres Sragen. 

Di hadapan petugas dari Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sragen,  Agus melaporkan dua oknum masing-masing HT salah satu pejabat di desa Gilirejo Baru dan satu lagi WS warga Rejosari, Gilirejo Baru, Miri.

Amriza Khoirul Fachri, Kuasa Hukum dari Agus Triyono sampaikan dalam pelaporan tersebut, keduanya dinilai telah melakukan pengrusakan terhadap proyek bernilai sekitar Rp. 4 miliar untuk pekerjaan peningkatan jalan Tanjungsari-Sumberejo yang di biayai oleh APBD Kabupaten Sragen.

Padahal proyek tersebut masih dalam proses pengerjaan. Dengan adanya tindakan anarkis,  kliennya mengalami kerugian hingga Rp. 500 juta.

"Kami melaporkan keduanya karena telah melakukan pengrusakan terhadap proyek Talud, yang sampai saat ini masih dalam proses pengerjaan. Sekitar 80 persenlah prosesnya. Karena bulan Desember harus sudah selesai," jelas Amriza saat di hubungi RMOLJateng, Selasa (20/11).

Menurutnya semua persoalan bisa diselesaikan dengan baik-baik. Seandainya dalam proses pengerjaan ada kekurangan bisa disampaikan, jelas ada mekanismenya. Saat ada yang

yang dianggap kurang pas atau tidak sesuai standart, masyarakat bisa menempuh beberapa prosedur.

Masyarakat bisa melaporkan pada Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sebagaimana yang diatur dalam pasal 77 Ayat (1) Peraturan Presiden No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Jadi tidak mengambil tindakan sepihak yang dapat  merusak fasilitas umum.

"Pelaporan kami ini juga dikuatkan dengan bukti video pengrusakan yang direkam, disebar dan diunggah sendiri ke youtube oleh salah satu terlapor," lanjut Amriza.

Pengrusakan tersebut terjadi pada Rabu (7/11) sekira pukul 10.00 WIB. Karena itu pihaknya melaporkan keduanya telah melakukan dugaan Tindak Pidana sebagaimana di atur dalam pasal 170 Ayat (1) KUHP Jo 336 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang perusakan fasitas umum. 

"Harapan kami, kasus ini segera  ditindaklanjuti dan mereka yang terlibat dalam pengrusakan itu bisa diproses sesuai ketentuan hukum. Agar kedepannya kejadian serupa tidak terjadi lagi. Ini negara hukum, dan tidak seharusnya main hakim sendiri," tegasnya.  [jie]





Komentar Pembaca
Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 17:00:04

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00