Kisah Kriminalisasi Ketua RT Di Semarang Dibukukan

Nusantara  SABTU, 17 NOVEMBER 2018 , 11:50:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Kisah Kriminalisasi Ketua RT Di Semarang Dibukukan
RMOLJateng. Banyak kejadian arogansi oknum penegak hukum yang mengorbankan masyarakat di Indonesia. Namun itu semua jarang sekali terceritakan.

Salah satunya, kisah mengenai Ketua RT. RT 2 RW 2 Karangayu, Semarang Barat, Ong Budiono, yang mendapat kriminalisasi lantaran menarik iuran salah satu warganya, Setiadi Hadinata beberapa waktu lalu.

Kisah itu sampai di telinga doktor ilmu filsafat lulusan Universitas Melbourne, Australia, Yusak Bambang Hermawan.

Yusak merasa tergelitik untuk menuliskannya dan mencatatnya sebagai salah satu kejahatan manusia yang terjadi di Indonesia ke dalam buku berjudul Keadilan Pak RT, Menagih Iuran RT Berujung Keadilan (Quo Vadis Penegak Hukum)”.

Saya awalnya ndak paham cerita pak Ong. Tapi di medsos dan beberapa pemberitaan ternyata ada masalah, akhirnya saya menanyakan ke yang bersangkutan dan mencari tahu,” kata Yusak, Sabtu (17/11).

Yusak menilai peristiwa yang tercatat dalam buku itu menggambarkan arogansi oknum penegak hukum dalam menindak masyarakat. Menurutnya, perkara ini adalah persoalan yang sangat sederhana antar warga, namun bisa berujung dengan penahanan 10 hari di Mabes Polri.

Saya mempertanyakan apa yang terjadi sampai BAP (berita acara pemeriksaan) begitu mudah dilakukan aparat penegak hukum. Sehingga masalah integritas oknum penegak hukum juga perlu dipertanyakan,” terangnya.

Sementara itu, Ong Budiono merasa senang kisahnya ada yang mencatat. Menurutnya, sejarah harus mengingatkan kepada masyarakat di Indonesia bahwa arogansi penegakkan hukum oleh oknum penegak hukum.

Pesan moral yang ingin kami sampaikan kemanusiaan itu sendiri. Hukum jangan dibuat main-main, di negara ini sangat mudahnya polisi melakukan BAP masyarakat, jadi harus bisa melihat imbasnya kalau tak terbukti,” kata wakil ketua GMPK Semarang itu.

Lebih jauh, Politisi Partai Berkarya itu mengatakan merasa sangat beruntung dirinya bisa dibebaskan murni. Namun, ia menyayangkan, karena sempat ditahan 10 hari di Mabes Polri, sehingga nama baiknya sempat hancur. Ia mengklaim, dalam memperjuangkan kasusnya tersebut sama sekali tak mengeluarkan uang untuk tim advokatnya, Osward Feby Lawalanta.

Tapi sekalipun ndak bayar jasa advokat, saya terharu bisa dibela maksimal oleh kuasa hukum saya. Bagi saya uang bukan untuk mengatur manusia, karena sebagai manusia kita dilahirkan dengan nyawa. Maka dari itu, orang-orang yang terlibat dalam kasus kriminalisasi saya harus dibongkar,” pungkas Ketua RT yang sudah menjabat 15 tahun itu. [jie]




Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00