59 Responden LIPI Terindikasi Intoleran

Nusantara  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 19:43:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

59 Responden LIPI Terindikasi Intoleran
RMOLJateng. 59 persen responden dalam riset survei terkait intoleransi dan radikalisme di Indonesia, oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menolak adanya pendirian rumah ibadah agama lain di lingkungan sekitarnya.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu Peneliti LIPI, Sri Yanuarti, di Hotel Patra Semarang, Kamis (15/11). Sri mengatakan, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei.

Jumlah responden kami, adalah 1.800 responden di sembilan provinsi. Masing-masing provinsi dipilih 200 responden, termasuk Jawa Tengah. Kami gunakan metode multistage random dengan margin error 2,4 persen,”kata dia dalam acara yang diselenggarakan LIPI bersama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Sri menerangkan, intoleransi dan radikalisme dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Contohnya, lanjut dia, adanya ketidakpercayaan terhadap agama lain, sekularisme dan fanatisme agama.

Kata dia, banyak tenaga pendidik yang telah terpengaruh paham radikal yang disebarkan dari jejaring media sosial (medsos).

Tindakan intoleransi berbasis agama biasanya terjadi dalam dua tataran, yakni intoleransi antar umat beragama dan intoleransi intern umat beragama,”imbuh dia.

Lebih jauh, dia mengungkap berdasar hasil  penelitian secara kualitatif, pihaknya mengidentifikasi beberapa temuan insiden perselisihan antar umat beragama.

Kata dia, insiden-insiden yang melibatkan perselisihan antar umat maupun intern beragama, berawal dari rasa ketidaknyamanan sebagian warga terkait tata cara beribadah yang berbeda dan dianggap mengganggu.


"Dalam perkembangan, insiden perselisihan antar umat beragama menjadi persoalan yang komplek. Sejumlah peristiwa tindakan intoleransi diakibatkan oleh politisasi agama," jelasnya.

Meski demikian, Sri juga mengungkap adanya hasil riset mengenai 95 persen responden menolak ideologi selain Pancasila.[dit] 

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00