Lakukan Politik Uang, Ambar Fatonah Dituntut Dua Bulan Penjara

Hukrim  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 18:45:00 WIB | LAPORAN: DHANI SETIAWAN

Lakukan Politik Uang, Ambar Fatonah Dituntut Dua Bulan Penjara

Ambar Fatonah/RMOL Jateng

RMOLJateng. Dua politisi Partai Golkar, Siti Ambar Fatonah dan Sarwono dituntut hukuman dua bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambarawa dalam sidang dugaan money politic pelanggaran pidana pemilu di Pengadilan Negeri Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (15/11).

Mereka juga dituntut masing-masing denda Rp 2,5 juta subsider 3 bulan penjara.

"Supaya majelis hakim memeriksa dan memutuskan terdakwa Siti Ambar Fatonah dan Sarwono secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemilu sebagaimana diatur dalam pasal 521 UU nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagimana dalam dakwaan pertama," ujar JPU Perwira Putra Bangsawan.

Hal yang memberatkan Siti Ambar Fatonah dan Sarwono, tidak mengakui perbuatannya salah, terdakwa selaku anggota legeslatif tidak mendukung terciptanya pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Sementara hal yang meringankan terdakwa belum pernah di hukum dan tulang punggung keluarga," ujarnya.

Penyebabnya, Siti Ambar Fatonah yang merupakan caleg nomor urut 1 itu memberikan amplop berisi uang Rp 300 ribu kepada panitia acara wayang kulit di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 23 September 2018 lalu.

Dalam dakwaan juga dinyatakan bawah Siti Ambar Fatonah yang juga mantan Bupati Semarang ini menyatakan harapannya agar dipilih pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Ambar menyatakan diatas panggung pagelaran wayang kulit dalam rangka merti desa.

Dalam sidang sebelumnya, Ambar Fatonah mengaku dijebak oleh Panwas Desa karena tidak diingatkan kalau saat bicara di atas panggung termasuk kampanye.

"Anggota panwas hanya foto-foto depan saya, tidak mengingatkan kalau saya keliru," ujar Ambar dalam sidang pemeriksaan terdakwa.

Menurut Ambar, uang Rp300 ribu itu sebenarnya hanya untuk membantu membeli minuman kemasan. Mengingat kegiatan merti desa ini kegiatan swadaya warga.

"Panitia sejak awal saya beri tidak pernah mau, mintanya diserahkan diberikan di depan panggung. Kalau saya mau money politic jelas tidak imbang apa yang saya serahkan dan nilai suara warga berikan ke saya. Tidak ada niat dibenak saya untuk upaya money politic," ungkap Ambar. [jie]





Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00