Sejumlah Proyek Di Blora Tak Mampu Capai Target

Daerah  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Sejumlah Proyek Di Blora Tak Mampu Capai Target
RMOLJateng. Sejumlah proyek pembangunan saluran drainase dan talud di Kabupaten Blora molor dari target waktu yang ditentukan. Padahal anggaran proyek pembangunan tersebut tidak sedikit, yakni mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satunya yakni pembangunan drainase dan talud di ruas Jalan Kamolan- Pelem sepanjang 353 meter. Proyek dengan anggaran mencapai Rp989.670.000 hingga kini belum selesai. Padahal sesuai petunjuk papan proyek, proyek yang mulai dikerjakan pada 17 Juli 2018 tesebut harus selesai pada 13 November kemarin.

Namun hasil pantauan di lokasi, hingga pagi ini sejumlah pekerja masih melakukan pengerjaan mulai pemasangan beton drainase berbentuk letter U hingga pengurukan tanah. Mandor Proyek, Yani mengaku, molornya pengerjaan lebih disebabkan karena lamanya menunggu kedatangan beton drainase dari Kabupaten Tuban Jawa timur. Menurutnya, terjadi antrian pemesanan dengan sejumlah kontraktor lainnya.

"Ini kalau kemarin gak antri ya gak molor mas. Kita kemarin hampir lama nganggur karena masih nunggu letter U nya. Padahal sebenarnya pekerja sudah siap semua," aku Yani saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (15/11).

Meski tenggat waktu proyek telah habis, pihaknya mengaku akan terus melakukan pekerjaan pemasangan dranase hingga selesai."Ini kita kebut pekerjaannya. Kita pokoknya akan berupaya menyelesaikannya sambil menunggu perintah lanjutan dari pimpinan," terangnya.

Selain, proyek pembangunan drainase dan talud di Jalan Kamolan-Pelem, sejumlah proyek yang sudah dipastikan molor juga terjadi pada proyek serupa di ruas jalan Kaliwangan- Klopoduwur. Proyek dengan anggaran Rp893.527.000 juga hingga kini belum selesai.

Padahal sesuai papan proyek yang ada masa kerja proyek harusnya selesai pada tanggal 13 November lalu. Dari pantauan di lokasi, dari total panjang proyek yang mencapai 686 meter, proses pengerjaan bahkan belum mencapai 50 persen.

"Iya masih seperti ini, masih banyak, belum selesai. Lha wong kita yang kerja cuma lima orang aja, disuruh begini panjangnya ya jelas gak bisa. Material juga belum datang. Gak tahu mandornya bagaimana", tutur Ngasmin salah seorang pekerja.

Molornya pengerjaan proyek dikeluhkan masyarakat. Mereka menilai pihak kontraktor tidak serius dan profesional dalam bekerja. "Lha iya, proyek empat bulan kok belum selesai. Trus yang dikerjakan selama ini apa. Kita mau marah juga gak berani hanya orang kecil. Lha akhirnya kita juga diam saja. depan rumah saya saja belum diapa-apakan, rencana mau saya cor sendiri saja," keluh Gito salah satu warga Kamolan. [hen] 

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Perayaan Malam Natal 2018 Di Kota Semarang

Perayaan Malam Natal 2018 Di Kota Semarang

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:21:00

Pembukaan Museum OHD Magelang

Pembukaan Museum OHD Magelang

SABTU, 26 JANUARI 2019 , 17:25:00

BPBD Jateng Kirim Personil Bantu Korban Tsunami

BPBD Jateng Kirim Personil Bantu Korban Tsunami

JUM'AT, 28 DESEMBER 2018 , 09:30:00