Peningkatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Rusia Jadi Isu Utama

Dunia  RABU, 14 NOVEMBER 2018 , 22:59:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Peningkatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Rusia Jadi Isu Utama
RMOLJateng. Peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia menjadi isu utama yang diangkat Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pertemuan tersebut berlangsung di sela pertemuan ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11).
Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilai USD 2,5 miliar. Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Putin mengungkapkan keinginannya agar target perdagangan USD 5 miliar kedua negara dapat tercapai pada tahun 2020 mendatang.

"Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34 persen di tahun 2017 atau senilai USD 2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan USD 5 miliar akan dapat tercapai di tahun 2020," ujar Presiden Jokowi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah poin disampaikan Presiden kepada Putin. Salah satunya ialah mengenai dukungan positif bagi ekspor CPO (Crude Palm Oil) Indonesia.

"Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mendorong pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi produk-produk perikanan Indonesia. Selain itu, ekspor buah tropis asal Indonesia juga diupayakan untuk dapat ditingkatkan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi turut menyampaikan pandangannya soal perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU). Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU.

"Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017," tuturnya seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL. [hen]

Komentar Pembaca