Aung Suu Kyi Tak Lagi Mewakili Simbol Pembela HAM

Dunia  SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:58:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Aung Suu Kyi Tak Lagi Mewakili Simbol Pembela HAM
RMOLJateng. Amnesty International menarik sebuah penghargaan hak asasi manusia bergengsi, duta hati nurani, dari Aung San Suu Kyi yang sekarang pemimpin Myanmar.

Ini yang terbaru dalam rangkaian penghargaan yang akan dilucuti dari Aung San Suu Kyi, termasuk penghargaan Elie Weisel dari Holocaust Museum dan Freedom of the City, yang dicabut oleh Edinburgh, Oxford, Glasgow dan Newcastle.

Gelar duta hati nurani dicabut karena Suu Kyi dianggap membiarkan kekejaman militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya.

Suu Kyi menerima penghargaan duta hati nurani pada tahun 2009, saat menjalani tahanan rumah semasa rezim militer, untuk perannya dalam memperjuangkan perdamaian dan demokrasi.

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Irene Khan menggambarkan sosok Suu Kyi ketika itu sebagai simbol harapan, keberanian dan pembelaan abadi hak asasi manusia.

Kepala Amnesti Internasional Kumi Naidoo mengatakan dalam sebuah surat kepada Suu Kyi bahwa gelar duta besarnya tidak lagi dapat dibenarkan.

"Harapan kami adalah Anda akan terus menggunakan otoritas moral Anda untuk berbicara menentang ketidakadilan di manapun Anda melihatnya, tidak hanya di Myanmar sendiri," tulis Naidoo dalam surat itu seperti yang dirilis Guardian, Senin (12/11) dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Lebih dari 700 ribu orang etnis Rohingya tetap tinggal di Bangladesh, setelah melarikan diri dari tindakan brutal militer yang dimulai pada Agustus 2017.

Para penyelidik PBB mengatakan bahwa selama kampanye, militer Myanmar melakukan pembunuhan dan pemerkosaan dengan niat genosida. PBB pun menyerukan kepala komandan dan lima jenderal militer Myanmar dituntut atas kejahatan berat di bawah hukum internasional.

"Tanpa mengakui kejahatan yang mengerikan terhadap masyarakat, sulit untuk melihat bagaimana pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi mereka dari kekejaman di masa depan," kata Naidoo. [hen]

Komentar Pembaca