Perhumas : Wali Kota Hendi Sosok Tenang, Pengendali Dan Tidak Mudah Emosi Hadapi Hoaks

Tokoh  KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 , 22:05:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Perhumas : Wali Kota Hendi Sosok Tenang, Pengendali Dan Tidak Mudah Emosi Hadapi Hoaks
RMOLJateng.  Pengurus Persatuan Humas (Perhumas) Pusat Asmono Wikan mengungkapkan pada era dan jaman sekarang ini, diperlukan sosok pemimpin yang seperti Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Selain sosok yang tenang, sebagai pengendali juga tidak mudah cepat emosi saat menghadapi hoaks di media sosial (medsos).

Pasalnya, Wikan membeberkan jika di era saat ini, terutama menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) banyak sosok pemimpin yang mudah terpancing emosinya, meledak-ledak dalam menanggapi isu maupun hoaks yang makin marak di medsos.   

"Saya lihat beliau Wali Kota itu tenang, soal otentik beliau sikapnya pengendali. Tidak mudah hari ini cari pemimpin tidak emosi. Kalau ada orang bisa jadi peredam, sikap tenang diantara percepatan, orang seperti beliau harus diperbanyak di negeri ini. Tidak semua pemimpin hadapi bullying tidak bisa meledak," ujar Wikan dalam acara Talkshow Peer To Peer Radio Idola di  Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Jateng Kamis (1/11). 

Wikan pun mencontohkan bagaimana Presiden  Jokowi terpancing  emosinya menghadapi serangan lawan  politiknya dengan mengumpat dan mengeluarkan ucapan politisi sontoloyo. Meski Jokowi membalas dengan umpatan yang diucapkan dalam bentuk satire dan sindiran.

"Jangankan kita, Pak Jokowi saja ngomong sontoloyo itu dugaan saya (Pak Jokowi) meledak (terpancing emosi). Saking jengkelnya beliau, ini adalah satu frase, menyindir orang yang membidik beliau tanpa menyebut nama dan siapa dia. Makanya, umpatan itu diungkapkan dengan satire (sindiran)," jelas Wikan.

Untuk itu, Wikan meminta Hendi untuk tetap mempertahankan sifat dan karakter pribadinya tersebut kapanpun dan dimanapun menjadi pejabat dan pemimpin. Termasuk kebiasaan Hendi yang tidak cepat-cepat menghapus komentar miring terhadap dirinya baik di twitter, facebook (FB) maupun  instagramnya (IG). 

"Pak Hendi, tolong dipertahankan, apalagi Pak Wali tanpa menghapus  banyak komentar miring di medosnya. Yang punya IG jangan bangga dengan banyak follower, tahun depan akan ada trend, influencer yang ditonjolkan, bermanfaat nggak. Apalagi followernya  Pak Hendi setahu saya sampai 23 ribu, tapi saat ini Pak Hendi yang akan diperhatikan di sosmed adalah  follower yang aktif," pintanya. 

Menanggapi hal  itu, Hendi dengan santai menyatakan jika untuk menghadapi komentar miring di akun medsosnya, dirinya tidak mudah terpancing. Yang pasti, niat dirinya untuk memimpin  Kota Semarang sebagai Wali Kota adalah niat yang baik. 

"Jawab pertanyaan yang nyiyir, kalau pertama tidak usah diambil hati. Kita berniat baik dianggap tidak berbuat baik. Sudahlah, nggak apa-apa. Saya lebih pede yang dinyiyirin terutama di IG, karena sudah ada yang membela saya. Ada dua pemikiran ada yang mendukung saya dan ada yang tidak mendukung saya," pungkas Hendi pendek. [jie]





Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00