Diduga Jadi Pelakor, Caleg DPRD Jateng Dari Gerindra Dilaporkan Ke DPD

Politik  MINGGU, 21 OKTOBER 2018 , 17:23:00 WIB

Diduga Jadi Pelakor, Caleg DPRD Jateng Dari Gerindra Dilaporkan Ke DPD

Surat yang beredar/repro

RMOLJateng. Karena diduga menjadi pelakor dan menjalin asmara dengan suami orang lain yang juga pejabat publik di Kota Semarang, melalui surat yang dilayangkan ke DPD Gerindra Jateng, organisasi yang mengatasnamakan Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang meminta DPD Gerindra untuk mengganti Rania Noor Setyawati dari pencalegan.

Dalam surat terbuka tertanggal 19 Oktober 2018 tersebut menyebutkan Perempuan Indonesia Raya menyayangkan caleg DPRD Jateng Dapil I Jateng nomor urut 3 tersebut. Pasalnya, Rania telah menjadi perbincangan masyarakat umum karena perbuatannya.

Dalam surat tersebut menyebutkan Rania adalah seorang pelakor yang telah menjalin hubungan selingkuh dengan seorang pejabat publik Kota Semarang yang sudah berkeluarga. Partai Gerindra seharusnya memiliki komitmen terhadap norma dan agama yang ada di masyarakat.

Dengan alasan itulah, Perempuan Indonesia Raya menuntut supaya DPD Gerindra Jateng memberikan sanksi kepada Rania karena telah melanggar norma dan agama.

Selain itu, Perempuan Indonesia Raya juga mendesak DPD Gerindra Jateng untuk mencopot pencalonan Rania dari Caleg DPRD Jateng Dapil I Jateng.

Dan terakhir, agar DPD Gerindra Jateng mendesak Rania untuk meminta maaf kepada publik atas perbuatannya. Apabila dalam waktu 1x24 jam surat tersebut tidak diperhatikan, Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang akan menyampaikan hal ini kepada media.

Menanggapi hal tersebut, Rania saat dihubungi melalui telephone genggamnya mengatakan kalau dirinya sedang mengikuti acara workshop dan tidak banyak berkomentar.

"Saya no comment dulu karena saya juga belum mendapatkan kabar dari DPD Gerindra, saya akan koordinasi dulu dengan partai," ujarnya.

Saat disinggung laporan itu terkait dengan dugaan perselingkuhan dirinya, Rania dengan tegas mengatakan supaya dibuktikan.

"Silahkan dibuktikan," tandas Rania.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Abdul Wahid saat dikonfirmasi media mengaku belum membaca surat dari Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang, terkait dengan dugaan perselingkuhan kadernya itu.

"Saya belum baca surat aduannya itu. Nanti akan saya tanyakan kepada bagian seleksi caleg,” akunya.

Menurutnya, karena ini sudah ramai, dan kalau memang tindak asusila ini bisa mengganggu elektabilitas partai menjelang pemilu pihaknya tidak segan untuk menggantinya.

Kita tidak segan untuk menggantinya. Hubungan intim di luar nikah itu tidak boleh,” tegas Abdul Wahid.

Abdul Wahid menambahkan, sekarang ini memang daftar calon tetap (DCT) telah ditetapkan oleh KPU dan tidak bisa lagi dilakukan penggantian caleg. Tapi untuk pelantikan, partai masih memiliki kewenangan.

Ya kalau terbukti tidak akan dilantik kalau sampai terpilih,” tukasnya. [***]

Komentar Pembaca
Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00

Truk Terbalik

Truk Terbalik

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 14:59:00

Foto: Asap Merapi Dinihari

Foto: Asap Merapi Dinihari

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 14:51:00