Keroyok Karyawan Karaoke, Oknum Diduga Pemuda Pancasila Dipolisikan

Peristiwa  SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 13:28:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Keroyok Karyawan Karaoke, Oknum Diduga Pemuda Pancasila Dipolisikan

Dimas dan rekaman CCTV/ist

RMOLJateng. Puluhan orang yang sebagian diduga berseragam Pemuda Pancasila menggeruduk Karaoke Diva yang berlokasi di Jalan Sendowo Semarang Tengah. Tidak hanya itu, mereka mengeroyok karyawan hingga terluka parah pada Minggu (14/10/2018) malam.

Korban terparah adalah Dimas (20), anak pemilik karaoke. Korban luka parah akibat dilempar batako dan diinjak-injak oleh 2 oknum anggota Pemuda Pancasila dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pantiwilasa Dokter Cipto.

Sementara dua karyawan lain yang menjadi korban adalah Aditya Murenza yang bertugas sebagai kasir dan Muklis. Keduanya menjalani rawat jalan setelah dikeroyok puluhan orang yang diduga anggota Pemuda Pancasila Kota Semarang.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Mapolsek Semarang Tengah dengan nomor STTLP/240/X/2018/JATENG/RES TBS SMG/SEK SMG TGH pada Senin (15/10/2018).

Belum diketahui asal muasal pengeroyokkan tersebut, namun dari rekaman CCTV Karaoke, puluhan oknum Pemuda Pancasila tersebut mendatangi karaoke dan langsung mengarah ke meja kasir sambil marah-marah.

Puluhan oknum tersebut terlihat menghajar dan menginjak-injak korban dengan sadis. Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan jajaran Reskrim Polsek Semarang Tengah.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah Iptu Gargarin membenarkan ihwal pengeroyokan karyawan Karaoke Diva yang berlokasi di kawasan  Sendowo pada minggu malam.

"Benar mas ada pengeroyokan, ini yang laporan orag tua atas nama Dwi Waluyo, masih kami mintai keterangan dari saksi-saksi," ungkap mantan Kanit Resmob Polrestabes Semarang saat ditemui di Mapolrestabes, Senin (15/10).

Sementara ketua Pemuda Pancasila Joko Santoso menyatakan bahwa kasus pengeroyokan ini belum tentu dilakukan oleh anggotanya, karena harus dilakukan penyelidikan lebih dahulu.

"Apakah yang mengeroyok itu benar anggota PP, apakah saat mengeroyok dan menganiaya mereka menggunakan seragam PP," ungkap Joko Santoso kepada RMOLJateng.

Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra itu justru menyoroti tentang seringnya  lokasi tersebut menjadi ajang keributan. Untuk itu Pemerintah kota Semarang terutama Satpol PP untuk meninjau dan melihat kembali perijinanya kalau perlu ditutup. [jie]



Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

Membersihkan Kilang Tangki Terminal LPG

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 11:40:00

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 10:59:00

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

Revitalisasi Pasar Johar Semarang

SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 10:51:00