Prihatin, Hendi Coba Telusuri Penyebab IMI Jateng Laporkan Penyelenggara MXGP Ke Polda Jateng

Hukrim  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Prihatin, Hendi Coba Telusuri Penyebab IMI Jateng Laporkan Penyelenggara MXGP Ke Polda Jateng

Hendrar Prihadi saat MXGP berlangsung/RMOL Jateng

RMOLJateng. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku prihatin terhadap pelaporan IMI Jateng ke Polda yang melaporkan penyelenggara Event MXGP di Kota Semarang, PT. Arena Sirkuit Indonesia (ASI).

Apalagi, saat event MXGP digelar di Kawasan BSB Mijen, Kota Semarang ini telah berdampak langsung baik di sektor perekonomian maupun sektor wisata di Kota Semarang.

"Saya baca media online www.rmoljateng.com yah, katanya IMI Jateng melaporkan penyelenggara MXGP ke Polda. Pertama saya prihatin, dari sebuah penyelenggaraanya sangat sukses, orang senang, ekonomi begeliat, ada hiburan kelas internasional," tegas pria nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi saat dikonfirmasi RMOLJateng di Balaikota Semarang Kamis (11/10).

Kemudian, Hendi menyatakan keprihatinanya yang kedua karena ternyata dibalik acara MXGP berkelas internasional dan sukses dilaksanakan di Kota Semarang ternyata ada persoalan serius.  Dirinya juga merasa heran, mengapa IMI Jateng yang melaporkan, padahal hibah diberikan dari APBD Pemkot Semarang kepada IMI sendiri.

"Yang kedua kemudian, keprihatinan saya ini ternyata ada riak-riak di dalam. Yang lebih saya heran, hibahnya ke IMI, IMI-nya kok melaporkan yang lain," ujar politis PDI Perjuangan ini.

Hendi mengaku, begitu berita kasus IMI Jateng melaporkan di bacanya di RMOLJateng, langsung berupaya untuk menelusuri dan mencari apa sebetulnya penyebab persis persoalan yang berujung pada ranah hukum tersebut. 

"Makanya ini masih coba saya telusuri terus, mudah-mudahan hanya sebuah ego sektoral saja dari dua organisasi ini," akunya.

Termasuk, Hendi mengkhawatirkan jika persoalan yang bersumber pada penolakan LPJ kegiatan MXGP oleh IMI Jateng dan berujung pada pelaporan di Polda berkepanjangan, maka ancaman terbesar tahun depan Kota Semarang tidak lagi dapat menggelar event otomotif berkelas Internasional kembali.

"Saya prihatin lagi kalau ini tidak selesai, tahun depan kita tidak bisa menyelenggarakan lagi. Eman-eman, tapi ya sudah lah, kita nggak bisa menahan seseorang untuk kemudian berhenti di dalam persoalan hukum. Itu hak masing-masing," pungkas Hendi. [jie]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00