Mengintip Rumah Joglo Tahun 1908 Milik Wishnu

Lengkap dengan Interior Antiknya

Pariwisata  MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 13:46:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Mengintip Rumah Joglo Tahun 1908 Milik Wishnu
SIAPA sangka di perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal terdapat limasan atau joglo asli yang masih berdiri sejak 1908.

Rumah khas jawa tengah itu milik Wishnu Wardhana, warga Desa Rejowinangun. RT 03/ RW 02, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

"Bangunan dan kayu-kayunya masih asli semua, dulu miliknya seorang kepala desa di wilayah Klaten. Saya bongkar untuk diperbaiki, lalu saya pasang lagi (kayu jatinya)," kata pria penghobi barang lawas tersebut pada RMOLJateng.com, Minggu (7/10/2018).

Tak hanya bangunan, seluruh interior di dalam joglo tersebut juga antik serta lawas.

Pria berkacamata itu bercerita memang suka mengoleksi barang lawas sejak lama. Sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Bagi Wishnu, mengoleksi benda lawas punya filosofi tersendiri. Pertama, ia mengaku sebagai orang yang sangat pelit karenanya mengoleksi barang lawas.

"Kalau saya beli barang zaman sekarang yang nilainya jutaan rupiah, kalau sudah bosan, mau saya jual laku tidak? Tidak. Beda kalau barang antik, masih tetap laku karena diburu, bahkan nilainya meningkat," ujar Wisnu.

Kedua, dengan membeli barang antik atau lawas, ia turut berperan merawat bumi. Kok bisa? Wisnu mencontohkan dengan membeli perabot kayu lama, maka tidak ada kayu lagi yang ditebang.

Dalam joglonya terdapat sejumlah koleksi lawas. Beberapa di antaranya Jam Dinding bertuliskan van kroken and Co, Batavia Soerabaja tahun1890. Lalu Nampan dresden 1900.

Terdapat juga seperangka mebel art deco, televisi tabung hingga radio lawas tahun 1950an.

"Lampu gantung juga masih asli, lalu ada sepeda onthel," turutnya.

Wishnu berujar bangunan khas jawanya tidak hanya satu. Ia punya bangunan lain dengan desain jawa ningrat tidak jauh dari rumahnya saat ini.

"Rencananya bisa jadi spot selfie atau tempat pre wedding. Yang pasti tujuan saya membangkitkan lagi 'kejawaan' di kampung saya ini," kata direktur sebuah perusahaan swasta itu.[dit]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00