Arkeolog Semarang Teliti Kembali Situs Batur Di Ungaran

Nusantara  KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 16:37:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Arkeolog Semarang Teliti Kembali Situs Batur Di Ungaran
RMOLJateng. Gunung Ungaran dipercayai sebagai tempat pembelajaran spiritual pada masa lampau. Hal itu didukung dengan banyaknya situs tempat pemujaan dan patirthan yang terletak di sekitar Gunung Ungaran. Meski demikian, banyak situs yang belum memiliki data pasti, seperti Situs Batur yang terletak di Dusun Babadan Desa Gedong Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.

Arkeolog asal Semarang, Tri Subekso mencoba mendata kembali Situs Batur yang kabarnya sudah ada sejak abad ke-9. Dia menjelaskan, Situs Batur ini memiliki luas tumpukan batu sekitar 8 x 8 meter, dan berada pada pada ketinggian 624 mdpl. Dia memperkirakan, situs ini lebih luas lagi.

Subekso mengatakan, di sebelah barat situs Batur terdapat bukit Gajahmungkur, di sebelah utaranya terlihat pemandangan danau Rawapening yang dikelilingi pegunungan.

Menurutnya, lanskap alam yang berupa pegunungan, perbukitan, dan danau inilah yang rupanya ideal untuk dijadikan sebagai Mandala, yaitu kawasan untuk mendirikan bangunan suci dan tempat melakukan upacara keagamaan.

Meskipun tinggal menyisakan reruntuhan saja, namun situs ini tergolong istimewa apabila ditinjau dari lanskap religi. Tentunya pendirian candi ini didasarkan pada pertimbangan orientasi yang sesuai dengan konsepsi keagamaan masyarakat Jawa pada masa itu,” kata Subekso, Kamis (20/9).

Subekso menambahkan, di bagian  lereng bawah yang hanya berjarak 100 meter, terdapat sumber mata air.

Besar dugaan dahulunya pernah dibangun patirthan yang fungsinya untuk mengambil air suci (Amerta) dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Selain itu, Subekso juga menilai letak situs ini berdekatan dengan dusun sebelahnya yang ternyata bersifat arkais (kuno), yaitu Kayuwangi. Kata dia, Kayuwangi adalah nama raja Mataram Kuno yang memerintah pada abad 9 sebagaimana disebut dalam prasasti-prasasti Jawa Kuno.

Desa Gedong sendiri terdiri dari 8 dusun, 2 diantaranya adalah Babadan (dimana terdapat situs Batur) dan Kayuwangi. Memang perlu adanya penelitian yang lebih mendalam, namun munculnya data arkeologi dan nama dusun yang bersifat arkais ini tidak bisa dikesampingkan begitu saja,” pungkasnya. [jie]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00