Pelepasan Perdana Tolak Angin Ke Filipina, Badan POM : Saya Sangat Mendukung Dan Bangga

Ekonomi  KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 16:04:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Pelepasan Perdana Tolak Angin Ke Filipina, Badan POM : Saya Sangat Mendukung Dan Bangga

Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito dan Irwan Hidayat/RMOL Jateng

RMOLJateng. Kepala Badan POM RI Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, M.Cp mengaku sangat bangga dan mendukung langkah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk yang mengeskpor obat tradisional ke negara lain.

"Saya sangat bangga, karena obat tradisional sudah diterima di negara-negara lain, hal ini dibuktikan dengan eksport perdana Tolak Angin ke Filipina dan Sido Muncul juga sudah melakukan eksport ke Australia, Timur Tengah, Afrika dan negara lainnya," ujar Penny usai melepas Eksport Perdana Tolak Angin ke Filipina di Pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Kamis (20/9/2018).

Menurut Penny, mengeksport obat tradisional ke negara lain tidaklah mudah. Karena harus membuka akses-akses dengan badan otoritas makanan dan obat dari negara setempat dan ini tentunya tidak akan terjadi apabila tidak ada kerja sama antara badan regulator seperti Badan POM dengan pelaku usaha.

"PT Sido Muncul telah mentaati cara memproduksi obat tradisional yang baik dan memenuhi standar internasional juga, sehingga dukungan pemerintah dalam hal ini Badan POM akan terus dilakukan," ujarnya.

Lebih lanjut Penny berharap, apa yang dilakukan oleh PT Sido Muncul bisa diikuti oleh para pelaku usaha yang lain untuk berinnovasi dan eksport.

"Karena kita ingin mendatangkan devisa dan kontribusi obat tradisional sangat penting, karena keanekaragaman hayati kita ada dan kita harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri untuk obat tradisional dan sebagai pengeksport yang besar ke negara-negara lain," tambahnya.

Saat disinggung potensi pasar obat tradisional di negara lain khususnya Asean, Penny mengatakan potensinya sangat besar. Karena negara-negara khususnya Asean memiliki rumpun dan budaya yang sama dalam penggunaan keanekaragaman hayati.

"Sehingga potensi pasarnya sangat besar. Tantangannya bagaimana kita bisa berinovasi dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati yang kita miliki," tuturnya.

Untuk mengembangkan pasar ke negara-negara lain menurut Penny, pihaknya terus melakukan kerja sama dengan badan otoritas makanan negara setempat untuk membangun kerjasama dalam rangka membangun kepercayaan terhadap negara, sehingga dapat membuka pasar untuk produk-produk khususnya obat tradisional.

"Kita akan terus membuka jalur untuk membuka pasar di negara-negara lain khususnya untuk produk-produk obat tradisional," pungkas Penny. [jie]




Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00