Polres Kendal Bongkar Penyelundupan Sabu Jaringan Malaysia

Hukrim  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 22:57:00 WIB | LAPORAN: RENDRAS CAVA

Polres Kendal Bongkar Penyelundupan Sabu Jaringan Malaysia

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Polres Kendal berhasil membongkar penyelundupan sabu dari Malaysia. Satu pengedar mengaku membawa sabu dari Malaysia dengan cara ditelan sehingga bisa melalui pemeriksaan di bandara.

Tersangka diketahui bernama Fatkhul Munir,  warga Desa Kangkung. Kepada polisi Fatkhul mengatakan, sabu dibeli di Malaysia seharga Rp 350 ribu pergram. Rencananya,  barang haram ini akan dijual di wilayah Kendal dengan harga Rp 1,2 juta pergram.

"Saya beli di Malaysia dengan harga Rp 350 ribu pergram, kemudian saya jual di Indonesia dengan harga Rp 1,2 juta," ujarnya, Jumat (14/9/2018).

Tersangka bersama dua rekannya berhasil membawa narkoba jenis sabu seberat 87 gram. Ia mengaku berhasil dari pemeriksaan pihak otoritas Malaysia, karena saat membeli sabu  menggunakan transportasi air untuk keluar dari Malaysia.

"Bawa dari Malaysia seberat 87 gram jenis sabu. Yang 50 gram saya bungkus pakai kondom dan saya telan masuk ke perut. Sisanya yang 37 gram dibawa dua temanku," katanya.

Fathul dan kawannya itu menggunakan kapal Feri untuk menyeberang dari Malaysia menuju Batam. Baru setiba di Indonesia, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara untuk masuk di Jawa Tengah.

Namun langkah tersangka bersama dua rekannya berhasil digagalkan petugas.
Dua rekan tersangka terlebih dulu ditangkap Ditresnarkoba Polda Jateng. 

Menurut Wakapolres Kendal, Kompol Aan Hardiansyah mengungkapkan, tersangka memperoleh barang haramnya itu dari negara Malaysia.

"Penangkapan ini juga berbarengan dengan pengungkapan kasus narkoba yang ditangkap oleh Polda Jateng. Tersangka ini mendapatkan sabu dengan membeli langsung dari negara Malaysia," terangnya. 

Penangkapan tersangka Fathul juga termasuk dalam rangka Operasi Anti Narkotika (Antik) Candi 2018. Dalam operasi itu juga menjaring dua kasus penggunaan narkoba.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 subsider 112 undang-undang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. [jie]

Komentar Pembaca
Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00